<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592</id><updated>2012-01-17T05:13:17.790-08:00</updated><category term='Piala Dunia 2010'/><category term='Eviews'/><category term='Strategi'/><category term='PROCESS'/><category term='Consultant SOP'/><category term='manajemen'/><category term='Hetroskedastisitas'/><category term='Statistik'/><category term='Uji Hipotesis'/><category term='KPI'/><category term='SOP'/><category term='RESULT'/><category term='Chi Square'/><category term='Survey'/><category term='Statistika'/><category term='KEY PERFORMANCE INDICATOR'/><category term='Validiitas'/><category term='z score'/><category term='ACTION'/><category term='Korelasi'/><category term='Interpretasi'/><category term='BUSINESS'/><category term='cronbach alpha'/><category term='balanced scorecard'/><category term='Prediksi'/><category term='DETERMINE'/><category term='PERFORMANCE'/><category term='SPSS'/><category term='DIAGNOSIS'/><category term='Reliabilitas'/><category term='kesehatan keuangan'/><category term='Transformasi'/><category term='RECOMENDATION'/><category term='Olah Data'/><category term='Regresi'/><category term='Konsultan SOP'/><category term='Validitas'/><category term='Diskriminan'/><category term='Normalitas'/><category term='Standard Operating Procedure'/><category term='Autokorelasi'/><category term='Multikolinearitas'/><category term='BSC'/><category term='STRATEGICT'/><category term='ANALYSIS'/><category term='model'/><title type='text'>BINA - Biz Consultant</title><subtitle type='html'>BUSINESS PROCESS ANALYSIS &amp;amp; IMPROVEMENT MELALUI BUSINESS HEALTH ANALYSIS, BUSINESS PROCESS &amp;amp; STRATEGIC ANALYSIS, SURVEY &amp;amp; PERFORMANCE ANALYSIS, KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI), RESULT+RECOMENDATION &amp;amp; ACTION</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-6344658093918832755</id><published>2011-12-14T06:48:00.000-08:00</published><updated>2011-12-14T17:59:16.322-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Standard Operating Procedure'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultan SOP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEY PERFORMANCE INDICATOR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Consultant SOP'/><title type='text'>CARA PRAKTIS MENYUSUN STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Oleh :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; DISPLAY: block; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686006053216080146" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-c1Z2e6SJ0Ik/TujAYTCqURI/AAAAAAAAAOM/nDPewSEvrF4/s200/Konsultan%2BSOP.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Mohamad Rojana Hamdan, ST., MM. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Selama beberapa waktu saya mendapat kepercayaan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (L&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;K&lt;/span&gt;PP) untuk menjadi Konsultan (Tenaga Ahli) pada kegiatan penyusunan Standard Operating Prosedures (SOP). Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah SOP yang telah mengikuti atau sesuai "Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penataan Tatalaksana (&lt;em&gt;Business Process&lt;/em&gt;)" yang terbagi dalam 6 buku dan tiap-tiap buku merupakan SOP dari unit kerja setingkat Direktorat atau Biro di Lingkungan L&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;K&lt;/span&gt;PP.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Pada tulisan ini saya akan memaparkan perihal "apa itu SOP" dan "proses penyusunan SOP" suatu organisasi. Meskipun terdapat beberapa perbedaan dalam hal penyusunan SOP di lingkungan organisasi non pemerintahan yang umumnya mengikuti ketentuan "&lt;em&gt;best practice&lt;/em&gt;" dan ditentukan berdasarkan kebijakan internal organisasi, dengan SOP di lingkungan organisasi pemerintahan yang umumnya mengikuti ketentuan Menpan, yaitu "Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penataan Tatalaksana (&lt;em&gt;Business Process&lt;/em&gt;)". Namun pada dasarnya SOP adalah tulisan yang menerangkan suatu proses kerja, siapa yang bertanggung jawab, dokumen apa yang digunakan dan kriteria serta mutu baku yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;Selanjutnya akan dibahas terlebih dahulu mengenai "Apa itu SOP".&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Apa Itu SOP?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Berikut adalah beberapa definisi SOP yang diambil dari beberapa sumber, yaitu:&lt;br /&gt;"SOP adalah serangkaian utuh perintah kerja atau langkah-langkah yg harus diikuti untuk menjalankan suatu pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yg harus dicapai".&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Definisi SOP yg lain adalah “&lt;em&gt;Detailed, written instruction to achieve uniformity of the performance of a specific function&lt;/em&gt;”(International Conference on Harmonisation (ICH)).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;SOP adalah pedoman yang berisi prosedur-prosedur operasional standar yang ada di dalam suatu organisasi yang digunakan untuk memastikan bahwa setiap keputusan, langkah, atau tindakan, dan penggunaan fasilitas pemrosesan yang dilaksanakan oleh orang-orang di dalam suatu organisasi, telah berjalan secara efektif, konsisten, standar dan sistematis.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Sedangkan definisi SOP untuk untuk organisasi di lingkungan Pemerintahan, berdasarkan "Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penataan Tatalaksana (&lt;em&gt;Business Process&lt;/em&gt;)" adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan.&lt;br /&gt;Di lingkungan Menpan dikenal istilah SOP teknis, yaitu standar prosedur yang sangat rinci dan bersifat teknis dan SOP administratif, yaitu standar prosedur yang diperuntukkan bagi jenis-jenis pekerjaan yang bersifat administratif. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan adanya SOP&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SOP yg baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi antara pelaksana dan pengawas, dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Para karyawan akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yg harus dicapai dalam setiap pekerjaan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat training dan bisa dipergunakan untuk mengukur kinerja karyawan (KPI). &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tahapan Penyusunan SOP&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Secara garis besar tahapan penyusunan SOP adalah sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 181px; DISPLAY: block; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686124288514391346" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-V4a5qRRTf0U/Tukr6f2e_TI/AAAAAAAAAOY/diYLOiOdLXU/s200/Gambar%2BSiklus%2BSOP.jpg" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Sesuai gambar tersebut penyusunan SOP meliputi siklus sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Persiapan.&lt;br /&gt;2.Penilaian Kebutuhan SOP.&lt;br /&gt;3.Pengembangan SOP.&lt;br /&gt;4.Penerapan SOP.&lt;br /&gt;5.Monitoring dan Evaluasi SOP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rinci tahapan penyusunan SOP melalui proses sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 491px; DISPLAY: block; HEIGHT: 169px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686143796329579010" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-zDpCMF_RPF4/Tuk9qAIEAgI/AAAAAAAAAOk/MpSGsVhmFuI/s320/Rinci%2BTahap%2BSOP.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Menentukan dan Menyusun Prosedure Dalam SOP?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya penyusun SOP perlu bekerja sama dengan sebuah bagian khusus atau setidaknya ada PIC khusus yang menanganinya, mengingat pekerjaan seorang penyusun SOP harus melakukan review atas System yang sudah ada, menyusun SOP yang belum tersedia dan juga mempertimbangkan pengembangan SOP untuk kedepannya. Selain itu pun, PIC tersebut berada di posisi netral dalam organisasi dan sebagai mediator antar penyusun SOP dengan bagian-bagian di organisasi ini dengan harapan agar seluruh kegiatan yang menjadi tugas pokok dan fungsi tiap-tiap bagian dapat berjalan dengan lancar, dan tentunya tidak mengesampingkan fungsi dari &lt;em&gt;Internal Control&lt;/em&gt; yang baik pula.&lt;br /&gt;Dalam hal ini pun perlu diupayakan poin-poin dalam penyusunan SOP antara lain:&lt;br /&gt;1. Dengan adanya SOP baru atau hasil review SOP, pekerjaan tidak semakin bertambah atau semakin rumit. SOP diupayakan agar mudah dipahami, mudah diterapkan dan sesuai dengan kondisi saat ini. Dengan kata lain, seorang karyawan tidak perlu melakukan 2 macam cara kerja (lama dan baru) untuk mencapai suatu tujuan&lt;br /&gt;2. SOP atau hasil review SOP, diupayakan agar tidak kaku/Sakleg karena dapat menggangu/merugikan kegiatan operasional lembaga. SOP memang dibuat baku atas kesepakatan bersama, namun dalam pengaplikasiannya dapat berbenturan dengan Kebijakan dalam SOP tersebut oleh karena itu dalam menyusun SOP perlu memikirkan pengecualian yang timbul bila kebijakan dalam SOP tidak dapat dipenuhi dan penanggungjawabnya&lt;br /&gt;3. Agar para pelaksana tugas tidak bingung atau takut salah, mengingat apa yang sudah disepakati bersama dalam SOP dapat menjadi acuan dalam operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dikaitkan dengan kegiatan review SOP, maka review SOP lebih cenderung sebagai kegiatan membantu Kepala Bagian dalam melakukan implementasi SOP yang ditetapkan. Hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang review SOP antara lain:&lt;br /&gt;1. mengetahui ruang lingkup review&lt;br /&gt;2. check list/lembar kerja sehubungan dengan SOP yang akan direview&lt;br /&gt;3. materi SOP yang akan di-review&lt;br /&gt;4. memahami materi SOP yang akan direview.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Ketentuan Khusus Simbol-Simbol Dalam SOP Sesuai Permenpan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;SOP pada organisasi di liar lembaga pemerintahan umumnya mengenal simbol-simbol SOP yang lazim digunakan sesuai "&lt;em&gt;best practice&lt;/em&gt;" yang umum. Namun untuk instansi atau lembaga pemerintahan hanya mengenal 5 macam simbol yaitu:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 344px; DISPLAY: block; HEIGHT: 191px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686150956669069442" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-yYmd9QSUHuU/TulEKyeB6II/AAAAAAAAAOw/uNNDxLwu1xo/s320/Simbol.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagian-Bagian SOP&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Bagian ini adalah bagian inti dari dokumen SOP. Untuk memudahkan implementasinya, sebaiknya SOP dibagi ke dalam klasifikasi tertentu, sesuai dengan kebutuhan organisasi.&lt;br /&gt;Setiap SOP, harus dilengkapi dengan beberapa hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Nama SOP, nama prosedur yang di-SOP-kan&lt;br /&gt;b) Satuan Kerja/unit kerja&lt;br /&gt;c) Nomor dokumen, nomor prosedur yang di-SOP-kan&lt;br /&gt;d) tanggal pembuatan, tanggal pertama kali SOP ini dibuat&lt;br /&gt;e) tanggal revisi, tanggal SOP direvisi&lt;br /&gt;f) tanggal efektif, tanggal mulai diberlakukan&lt;br /&gt;g) pengesahan oleh pejabat yang berkompeten&lt;br /&gt;h) dasar hukum, peraturan perundang-undangan yang mendasari prosedur&lt;br /&gt;i) Keterkaitan, memberikan penjelasan keterkaitan prosedur yang distandarkan dengan prosedur lain yang distandarkan&lt;br /&gt;j) Peringatan, memberikan penjelasan mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika prosedur dilaksanakan (atau tidak dilaksanakan). Peringatan memberikan indikasi berbagai permasalahan yang mungkin muncul dan berada diluar kendali pelaksana ketika prosedur dilaksanakan, dan berbagai dampak yang ditimbulkan. Dalam hal ini dijelaskan pula bagaimana cara mengatasinya&lt;br /&gt;k) Kualifikasi Personel, memberikan penjelasan mengenai kualifikasi pegawai yang dibutuhkan dalam melaksanakan perannya pada prosedur yang distandarkan.&lt;br /&gt;l) Peralatan dan Perlengkapan, memberikan penjelasan mengenai daftar peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;m) Uraian SOP, dijelaskan langkah-langkah kegiatan secara terinci dan sistematis dari prosedur yang distandarkan. Agar SOP ini terkait dengan kinerja, maka setiap aktivitas hendaknya mengindikasikan mutu baku tertentu, seperti: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan, persyaratan/kelengkapan yang diperlukan (standar input), dan output-nya. Mutu baku ini akan menjadi alat kendali mutu sehingga produk akhirnya (end product) dari sebuah proses benar-benar memenuhi kualitas yang diharapkan, sebagaimana ditetapkan dalam standar pelayanan.&lt;br /&gt;n) Pencatatan, memuat berbagai hal yang perlu didata dan dicatat oleh setiap pegawai yang berperan dalam pelaksanaan prosedur yang telah distandarkan, Dalam kaitan ini, perlu dibuat formulir-formulir tertentu yang akan diisi oleh setiap pegawai yang terlibat dalam proses, (Misalnya formulir yang menunjukkan perjalanan sebuah proses pengolahan dokumen pelayanan perijinan. Atas formulir ini dasar ini, akan diketahui apakah prosedur sudah sesuai dengan mutu baku yang ditetapkan dalam SOP). Setiap pegawai yang ikut berperan dalam proses, diwajibkan untuk mencatat dan mendata apa yang sudah dilakukannya, dan memberikan pengesahan bahwa langkah yang ditanganinya dapat dilanjutkan pada langkah selanjutnya. Pendataan dan pencatatan akan menjadi dokumen yang memberikan informasi penting mengenai "apakah prosedur telah dijalankan dengan benar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Contoh SOP&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Penerbitan Surat Tugas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepala SOP&lt;/p&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 430px; DISPLAY: block; HEIGHT: 251px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686160511540159442" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-gX7hYqzcL0s/TulM29I0Y9I/AAAAAAAAAO8/Pl4xfUag6nE/s320/Kepala%2BSOP.jpg" /&gt; Diagram Alur&lt;br /&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 437px; DISPLAY: block; HEIGHT: 351px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686161694154796498" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-Uu4C6caGCos/TulN7yuHrdI/AAAAAAAAAPI/sGu6ihZXAB4/s320/SOP.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Untuk bantuan jasa Konsultansi serta Penyususuana SOP baik organisai pemerintahan maupun non pemerintahan dapat menghubungi saya di 085881153889 email: &lt;a href="mailto:m_rojana_h@yahoo.com"&gt;m_rojana_h@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-6344658093918832755?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/6344658093918832755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=6344658093918832755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/6344658093918832755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/6344658093918832755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2011/12/cara-praktis-menyusun-standard.html' title='CARA PRAKTIS MENYUSUN STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP)'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-c1Z2e6SJ0Ik/TujAYTCqURI/AAAAAAAAAOM/nDPewSEvrF4/s72-c/Konsultan%2BSOP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-2968056987164675047</id><published>2011-03-08T07:13:00.000-08:00</published><updated>2011-03-18T08:54:24.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STRATEGICT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANALYSIS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Survey'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BSC'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RESULT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUSINESS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DETERMINE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PROCESS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RECOMENDATION'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIAGNOSIS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='balanced scorecard'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEY PERFORMANCE INDICATOR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ACTION'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERFORMANCE'/><title type='text'>BUSINESS PROCESS ANALYSIS &amp; IMPROVEMENT</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VQh813aunI8/TXZZIHfcHGI/AAAAAAAAANI/pREtmepAxKA/s1600/BBC.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 133px; DISPLAY: block; HEIGHT: 128px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581746784157047906" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-VQh813aunI8/TXZZIHfcHGI/AAAAAAAAANI/pREtmepAxKA/s320/BBC.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(DIAGNOSIS, BUSINESS PROCESS STRATEGICT ANALYSIS, SURVEY+PERFORMANCE ANALYSIS, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DETERMINE KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI), RESULT+RECOMENDATION &amp;amp; ACTION)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;I.Latar belakang&lt;br /&gt;Fungsi Administrasi dan Manajemen tidak pernah terlepas dari aktifitas bisnis perusahaan atau organisasi. Dalam beberapa konteks keduanya mempunyai persamaan makna to control yang berarti mengatur dan mengurus (Usman, 2006:4).&lt;br /&gt;“Administrasi” adalah kegiatan mengurus hal-hal yang berkaitan sumberdaya yang dikenal dengan 6M (man, money, material, machines, methods &amp;amp; marketing). Dengan demikian kegiatan Administrasi harus dilakukan dengan baik agar tercapai tujuan perusahaan/organisasi secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;Sedangkan “manajemen” bisa dipandang sebagai pengelolaan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan aktifitas sumber daya manusia (SDM) dan sumberdaya-sumberdaya lainnya secara optimal agar tercapai tujuan perusahaan/organisasi. Dengan demikian manajemen mempunyai ketentuan antara lain:&lt;br /&gt;-Manajemen diarahkan untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;-Manajemen sebagai proses; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan, pengarahan dan pengawasan&lt;br /&gt;-Tersedia sumber daya; manusia, material dan sumber lain&lt;br /&gt;-Mendayagunakan atau menggerakkan sumber daya tersebut secara efisien dan efektif&lt;br /&gt;-Terdapat orang yang menggerakkan sumber daya tersebut (manajer)&lt;br /&gt;-Penerapan manajemen berdasarkan ilmu dan juga seni atau keahlian yang harus dimiliki oleh manajer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dapat dipahami mengapa Administrasi dan Manajemen mempunyai kedudukan penting dalam perusahaan/organisasi. Lalu, apa yang terjadi jika kegiatan Administrasi tidak dilakukan dengan baik dan fungsi Manajemen tidak dilaksanakan secara optimal?&lt;br /&gt;Dapat dipastikan perusahaan akan mengalami banyak masalah, segala aktifitas berjalan “liar” tanpa kendali dan dapat dipastikan pula perusahaan/organisasi akan gagal mencapai tujuan usahanya yaitu memperoleh laba (profit). Dan kegagalan ini akan berdampak pada kebangkrutan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun tak jarang dijumpai kondisi dimana pihak pengelola perusahaan tidak mengetahui secara pasti potensi akan munculnya permasalahan ini. Oleh karena itu perlu upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan perusahaan. Untuk itu BINA – Business Consultant telah mendisain langkah-langkah pendeteksian dini (Early Warning) dan pemulihan kesehatan bisnis yang terbukti efektif di berbagai perusahaan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain DIAGNOSIS, BUSINESS PROCESS STRATEGICT ANALYSIS, SURVEY + PERFORMANCE ANALYSIS, DETERMINE KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI), RESULT-RECOMENDATION &amp;amp; ACTION.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.Tujuan&lt;br /&gt;Dalam hal ini tujuan dari DIAGNOSIS, BUSINESS PROCESS STRATEGICT ANALYSIS, SURVEY + PERFORMANCE ANALYSIS, DETERMINE KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI), RESULT-RECOMENDATION &amp;amp; ACTION adalah untuk mengetahui kondisi perusahaan, mengetahui baik/buruk proses yang terjadi, menilai potensi serta mendefinisikan faktor-faktor yang mungkin akan menjadi penyebab kegagalan perusahaan dan merumuskan rekomendasi pembenahannya. Bahkan melakukan pendampingan proses pemulihan. Secara spesifik, tujuan yang hendak dicapai antara lain:&lt;br /&gt;1.untuk mengetahui tingkat kelayakan dan potensi kegagalan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya&lt;br /&gt;2.untuk menganalisis kesesuaian antara strategi bisnis yang dijalankan dengan aspek-aspek kompetensi sumberdaya yang dimiliki organisasi&lt;br /&gt;3.untuk menganalisis lebih dalam perihal tingkat penilaian dari indikator-indikator untuk tiap-tiap sumberdaya dalam organisasi&lt;br /&gt;4.untuk menentukan kompetensi yang perlu dimiliki sumberdaya dalam bentuk Key Performance Indicator (KPI)&lt;br /&gt;5.untuk mendefinisikan secara pasti faktor-faktor teridentifikasi perlu mendapat prioritas pembenahan&lt;br /&gt;6.untuk menjelaskan dan menentukan rekomendasi dalam melakukan pembenahan&lt;br /&gt;7.untuk menyusun tahapan-tahapan rencana pembenahan organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.Manfaat&lt;br /&gt;Adapun manfaat yang bisa diperoleh diantaranya:&lt;br /&gt;1.Pihak manajemen dapat memperoleh masukan mengenai peta kelebihan dan kelemahan dalam organisasi secara empiris&lt;br /&gt;2.Pihak manajemen dapat memperoleh masukan mengenai hal-hal vital yang perlu segera dilakukan pembenahan&lt;br /&gt;3.Pihak manajemen mendapat masukan mengenai kompetensi yang perlu dimiliki sumberdaya dalam bentuk Key Performance Indicator (KPI) untuk kesuksesan dalam mencapai tujuan organisasi&lt;br /&gt;4.Pihak manajemen dapat dengan lebih mudah menentukan kesesuaian antara kemampuan pemangku jabatan dengan kompetensi yang dibutuhkan&lt;br /&gt;5.Membantu menajeman dalam mendefinisikan faktor-faktor teridentifikasi perlu mendapat prioritas pembenahan&lt;br /&gt;6.Pihak manajemen dapat mendayagunakan atau menggerakkan sumber daya tersebut secara efisien dan efektif&lt;br /&gt;7.Membantu manajemen dalam proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan, pengarahan dan pengawasan&lt;br /&gt;8.Pihak manajemen akan memperoleh arahan berdasarkan bukti dan informasi empiris guna mencapai tujuan organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.Metode&lt;br /&gt;Untuk mendeteksi permasalahan yang terjadi maka perlu dilakukan analisis data, baik data-data primer maupun skunder. Berkaitan dengan hal tersebut, BINA – Business Consultant telah mendisain serangkaian metode yang dapat diaplikasikan untuk memenuhi harapan. Metode-metode tersebut antara lain Multivariat Discriminant Z-Score, Balanced Scorecard (BSC), Survey &amp;amp; Index Performance Analysis (disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan hasil Balanced Scorecard seperti analisis terhadap man, money, material, machines, methods &amp;amp; market), Job Analysis/KPI dan Gap Analysis. Secara rinci mengenai metode-metode yang kami usulkan dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Metode Multivariate Discriminant Z-Score&lt;br /&gt;Metode analisis multivariate discriminant Z-Score atau analisis multivariate diskriminan menggunakan lima rasio keuangan terdiri dari:&lt;br /&gt;•working capital/total assets (likuiditas) dengan notasi X1;&lt;br /&gt;•retained earning/total assets (profitabilitas) dengan notasi X2;&lt;br /&gt;•EBIT/total assets (profitabilitas) dengan notasi X3;&lt;br /&gt;•equity/debts (Aktivitas) dengan notasi X4; dan&lt;br /&gt;•revenue/total assets (Aktivitas) dengan notasi X5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini sangat efektif digunakan untuk melakukan analisis dalam mengukur potensi kegagalan perusahaan. Model yang digunakan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Z = 1.2X1 + 1.4X2 + 3.3X3 + 0.6X4 + 0.99X5 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2.Metode Balanced Scorecard &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Balanced Scorecard (BSC) adalah suatu alternatif dalam menganalisis strategi bisnis. BSC mempertimbangkan faktor financial juga faktor non financial. Dengan empat perspektif, yaitu customer, internal process, learning and growth dan financial yang diharapkan dapat memberikan penilaian yang komprehensif kepada manajemen. Balanced Scorecard akan membagi elemen dalam strategi yang didistribusikan melalui keempat perspektif adalah sebagai berikut : Financial, Customers, Internal Business dan Learning/Growth. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penjelasan untuk masing-masing perspective pada BSC adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a.Financial Perspective dengan indikator: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1)Return on Invesment (ROI) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2)Cash Flow &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3)Revenue Growth &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4)Return on Eqyuity (ROE) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b.Customers Perspective dengan indikator: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1)Market share &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2)Customer retention &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3)Customer acquisition &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4)Customer satisfaction &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5)Customer profitability. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c.Internal-Business Perspective:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1)Innovation &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2)Operation &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3)Postsale service &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4)Employee skills &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d.Learning and growth Perspective:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1)Employee Capabilities &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)Employee Satisfaction &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b)Employee retention &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c)Employee productivity &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2)Information System Capabilities &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3)Motivation, Empowerment and Alignment &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)The number of suggestion per emplyee &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b)The rate of improvement &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3.Metode Survey &amp;amp; Index Performance Analysis &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada penelitian ini indeks dinyatakan dalam nilai skor atau persen (%) dengan alasan lebih mudah untuk dipahami. Ada pun mengenai faktor-faktor yang dinilai perlu untuk dilakukan survey mengacu pada hasil analisis BSC sebagai tools untuk menilai efektifitas dari business strategy yang diterapkan organisasi. Faktor-faktor tersebut terkait dengan sumberdaya perusahaan yang terdiri dari 6M (man, money, material, machines, methods &amp;amp; marketing). Konsep perhitungan yang digunakan adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;                               Score Pencapaian Indeks &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kinerja = ______________________________ x 100% &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                     Score Maksimum Yang Dapat dicapai &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dimana: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;-Score pencapaian adalah nilai hasil jumlah seluruh indikator penelitian dengan skala ordinal dari penilaian faktor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;-Score maksimum yang dapat dicapai adalah jumlah nilai maksimum seluruh indikator penelitian dengan skala ordinal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4.Job Analysis/KPI &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Program ini diawali dengan Review atas Struktur Organisasi dan Job Description. Struktur Organisasi dan Job Description adalah prasyarat mutlak setiap perusahaan sebelum melakukan sebuah program pengembangan. Konsultan, Tim Counterpart dan BOD akan melakukan diskusi mendalam untuk merumuskan Struktur Organisasi, yang dilanjutkan dengan penyusunan Job Description. Titik berat analisis terletak pada: -Analisis penyusunan kepegawaian: Informasi pekerjaan -Desain organisasi : menganalisis elemen dan susunan posisi dalam organisasi -Redesain pekerjaan: untuk meningkatkan pencapaian efektifitas pekerjaan, mengurangi kesalahan, eliminasi yang tidak perlu dan perbaikan kinerja serta menetapkan KPI. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5.Evaluasi Dengan Gap Analysis&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui penyimpangan antara pelaksanaan dari tiap-tiap indikator sesuai KPI yang dipersyaratkan dengan harapan pencapaiannya. Dari hasil perhitungan ini akan diketahui gap yang perlu dibenahi dan nilai chi square sebagai signifikansi dari pencapaian tiap-tiap indikator dengan harapan. Penghitungan chi square dilakukan dengan menggunakan SPSS ver. 17. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;V.Kunci Sukses&lt;br /&gt;Rangkaian metode-metode yang kami usulkan sudah sering kali teruji berhasil membenahi dan meningkatkan performance perusahaan. Namun ada beberapa komitmen yang mesti dijalankan dengan baik, antara lain:&lt;br /&gt;a.Keseluruhan Program konsultansi ini ditujukan untuk membenahi perusahaan terkait.&lt;br /&gt;b.Konsultan BINA - Biz Consultant berfungsi sebagai Project Coordinator. Dan jumlah Konsultan/man power dapat di-adjust sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;c.Pihak perusahaan membentuk Tim Counterpart, yang berfungsi mewakili perusahaan dalam bekerja sama dengan konsultan.&lt;br /&gt;d.Seluruh dokumen, data, dan informasi adalah rahasia. Pihak di luar Counterpart dan Konsultan tidak diijinkan/dibenarkan untuk memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.Untuk Menghubungi:&lt;br /&gt;Kusye (HP: 08161101269) / Roy (HP: 085881153889)&lt;br /&gt;Phone : (021) 4807678 / (021) 92798467&lt;br /&gt;Fax : (021) 4807678&lt;br /&gt;Email I : bina_mrsolution@yahoo.com&lt;br /&gt;atau &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Email II : m_rojana_h@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-2968056987164675047?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/2968056987164675047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=2968056987164675047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/2968056987164675047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/2968056987164675047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2011/03/business-process-analysis-improvement.html' title='BUSINESS PROCESS ANALYSIS &amp; IMPROVEMENT'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-VQh813aunI8/TXZZIHfcHGI/AAAAAAAAANI/pREtmepAxKA/s72-c/BBC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-7365433488674170988</id><published>2010-07-08T20:20:00.000-07:00</published><updated>2010-07-08T20:36:56.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Statistika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SPSS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prediksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chi Square'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>BELANDA JUARA DUNIA??? Coba Buktikan Secara Statistik!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TDaYNfFuIhI/AAAAAAAAAME/mtHq6tQNeNU/s1600/Profile+dserius.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491744153076113938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 224px; CURSOR: hand; HEIGHT: 180px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TDaYNfFuIhI/AAAAAAAAAME/mtHq6tQNeNU/s400/Profile+dserius.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Ditulis Oleh:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Saya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini statistika pun dapat diaplikasikan sebagai tools untuk melakukan prediksi atau kelayakan. Dengan menggunakan faktor-faktor yang tercatat dari hasil pertandingan selama 32 besar diperoleh data sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491741729852823634" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 391px; CURSOR: hand; HEIGHT: 335px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TDaWAb4RGFI/AAAAAAAAALs/4erwUoqNgmI/s400/Data.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya berdasarkan data-data tersebut, dilakukan analisis dengan menggunakan chi square sehingga diperoleh bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kemenangan atau terus melaju ke babak selanjutnya adalah Selisih Goal Partai 32 Besar, Akumulasi Menangan Main Partai 32 Besar, dan Nilai Goup di Partai 32 Besar. Sedangkan faktor Benua Negara Peserta tidak berpengaruh signifikan terhadap lolosnya suatu kesebelasan ke babak berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491742031161168290" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 186px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TDaWR-VxkaI/AAAAAAAAAL0/35eJIckjYKM/s400/chi.JPG" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;Dari hasil tersebut, dengan memanfaatkan distribusi Z diperoleh hasil sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491742232918574658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TDaWdt8fRkI/AAAAAAAAAL8/EI51qamapz8/s400/Zta.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi berdasarkan analisis secara empiris, kesebelasan yang sangat berpeluang menjadi juara dunia tahun 2010 adalah BELANDA dengan selisih Zeta Score yang jauh dari Negara-negara lainnya yang lolos ke 16 besar. Namun ini hanya perhitungan secara empiris, Spanyol pun bisa menjadi Juara jika dan hanya jika karena faktor keberuntungan dan lain-lainnya. Mari kita buktikan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-7365433488674170988?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/7365433488674170988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=7365433488674170988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/7365433488674170988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/7365433488674170988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2010/07/belanda-juara-dunia-coba-buktikan.html' title='BELANDA JUARA DUNIA??? Coba Buktikan Secara Statistik!!!'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TDaYNfFuIhI/AAAAAAAAAME/mtHq6tQNeNU/s72-c/Profile+dserius.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-5337696486478927963</id><published>2010-06-29T23:12:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T23:30:42.011-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Survey'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SPSS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eviews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Statistik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chi Square'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Data'/><title type='text'>Benarkah Bahwa Perbedaan Memilih Strategi Bisnis Akan Membedakan Kesuksesan??? Coba Buktikan???</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sering kali kita ingin mengetahui,”apakah suatu perbedaan perlakuan dapat membuahkan hasil yang berbeda?”.  Sebagai contoh satu perusahaan menerapkan strategi prospector, lalu perusahaan lainnya menerapkan streategi analizer. Maka akan muncul pertanyaan,”apakah perusahaan yang menerapkan strategi prospector akan lebih sukses dibandingkan perusahaan yang menarapkan strategi analizer, defender atau reaktor?”.  Untuk menjawab pertanyaan itu secara empiris adalah dengan melakukan análisis peluang pencapaian kesuksesan ditinjau berdasarkan penerapan macam-macam strategi tersebut. Salah satu cara tentunya dengan memanfaatkan STATISTIKA.&lt;br /&gt;Dan berikut adalah data yang diperoleh melalui survey pada 40 industri di Jakarta Timur dan Bekasi mengenai strategi usaha yang digunakan terdiri dari Prospector, Difender, Analizer dan Reactor. Dan pencapaian kesuksesan diukur berdasarkan indikator-indikator dengan pendekatan secara finansial dan persepsi responden (dalam skala ordinal). Dalam hal ini perusahaan-perusahaan yang di Survey dirahasiakan dengan alasan menjaga kerahasiaan klien-klien saya (penulis). Berikut adalah gambaran komposisi data-data yang dianalisis.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TCrhoG6GhvI/AAAAAAAAALU/IgbXu5IYas0/s1600/Gambar1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488447175069697778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 290px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TCrhoG6GhvI/AAAAAAAAALU/IgbXu5IYas0/s320/Gambar1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya dari data tersebut dilakukan penentuan hubungan antara tipe strategi dengan kesuksesan perusahaan. Analisis hubungan ditentukan dengan mengguakan Chi Square, karena data yang digunakan salah satunya adalah data non parametrik. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488447742981402706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 272px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TCriJKizcFI/AAAAAAAAALk/X4HW8NrgH3o/s400/Gambar2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada tabel 2 diketahui bahwa nilai Chi Squarehitung dari pengujian ini adalah 20.712 pada df=24, nilai ini ternyata lebih besar dari Chi Squaretable untuk df = 24 pada tingkat signifikansi 5% yang besarnya 36.415. Dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak atau hipotesis yang menyatakan tidak terdapat perbedaan kesuksesan akibat perbedaan tipe strategi yang digunakan ditolak. Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan kesuksesan akibat perbedaan penerapan tipe strategi.&lt;br /&gt;Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkan pencerahan. Dan untuk info lebih lanjut atau bantuan konsultasi dapat menghubungi saya (Mohamad Rojana Hamdan, ST., MM.)  di HP: 085881153889 dan CDMA: 021-92798467 atau email ke &lt;a href="mailto:roy_mgr@yahoo.com"&gt;roy_mgr@yahoo.com&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-5337696486478927963?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/5337696486478927963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=5337696486478927963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/5337696486478927963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/5337696486478927963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2010/06/benarkah-bahwa-perbedaan-memilih.html' title='Benarkah Bahwa Perbedaan Memilih Strategi Bisnis Akan Membedakan Kesuksesan??? Coba Buktikan???'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TCrhoG6GhvI/AAAAAAAAALU/IgbXu5IYas0/s72-c/Gambar1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-80540734481767235</id><published>2010-06-13T07:48:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T22:20:28.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cronbach alpha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SPSS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eviews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Validiitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reliabilitas'/><title type='text'>VALIDITAS... RELIABILITAS...</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TBTwkVCrZ1I/AAAAAAAAAK0/KovS_7uo2ro/s1600/SPSS+Eviews.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482271153331070802" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 190px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TBTwkVCrZ1I/AAAAAAAAAK0/KovS_7uo2ro/s200/SPSS+Eviews.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Validitas erat kaitannya dengan reliabilitas dari suatu kuesioner atau angket... Kedudukan angket tak ubah layaknya seperti alat ukur. Oleh sebab itu angket atau kuesioner pun perlu diuji dan dikalibrasi keakuratannya dalam mengukur persepsi responden. Sama kan dengan alat ukur untuk suatu besaran listrik harus dikalibrasi??? Nah... jadi untuk angket atau kuesioner proses pengujian akurasi pengukuran dan kalibrasi dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu... apa yang dimaksud valid dalam uji validiitas?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam uji Validitas yang menjadi perhatian adalah indikator-indikator yang terwakili melalui setiap pertanyaan dalam kuesioner. Setiap pertaanyaan pada kuesioner harus mempunyai efek sedemikian hingga mampu membangkitkan pemikiran yang sejalan atau searah dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya dalam dimensi atau variabel yang sama. Jika tidak maka pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid. Jika diuji dengan software SPSS maka tingkat validitas dinyatakan dengan r hitung &gt; r tabel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan Reliabilitas???&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam uji reliabilitas yang menjadi perhatian adalah sebuah kuesioner, keterpaduan suatu kuesioner. Kuesioner yang dinyatakan reliabel adalah kuesioner yang ditunjang oleh seluruh pertanyaan indikator yang teruji valid. Sehigga kettika kita memerlukannya untuk mengukur persepsi sekelompok responden, maka kita bisa mengandalkannya untuk menghimpun persepsi responden. Jika dengan menggunakan SPSS tingkat reliabilitas dapat diukur dengan Cronbach Alpha, jika nilai cronbach alpha &gt; r tabel maka kuesioner dinyatakan reliabel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi teman-teman yang memerlukan bantuan untuk uji Validitas dan reliabilitas dengan SPSS, bantuan olah data lainnya atau diskusi statistika bisa menghubungi saya di (021) 27992214 or emai ke &lt;a href="mailto:roy_mgr@yahoo.com"&gt;roy_mgr@yahoo.com&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-80540734481767235?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/80540734481767235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=80540734481767235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/80540734481767235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/80540734481767235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2010/06/validitas-reliabilitas.html' title='VALIDITAS... RELIABILITAS...'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/TBTwkVCrZ1I/AAAAAAAAAK0/KovS_7uo2ro/s72-c/SPSS+Eviews.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-2527374047675917125</id><published>2009-11-15T06:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T16:16:32.547-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uji Hipotesis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Autokorelasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Validitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hetroskedastisitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multikolinearitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Statistik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Regresi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Interpretasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transformasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korelasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Normalitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Data'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reliabilitas'/><title type='text'>TIDAK NORMAL??? “LAKUKAN ALTERNATIF TRANSFORMASI”</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;(Transformasi Untuk Data Tidak Normal Dengan Mereduksi Osilasi)&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAYxagpHZI/AAAAAAAAAKY/xB7qeQ_Xtnw/s1600-h/Aq2_hf.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404346790053485970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 191px; CURSOR: hand; HEIGHT: 192px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAYxagpHZI/AAAAAAAAAKY/xB7qeQ_Xtnw/s320/Aq2_hf.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="center"&gt;Oleh,&lt;br /&gt;Moh. Rojana Hamdan, ST., MM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal ini mungkin bermanfaat untuk para pengambil keputusan dan data analist. Dalam kaitannya dengan kegiatan untuk menggali informasi secara statistik, seringkali data-data yang kita kumpulkan harus diuji agar memenuhi beberapa asumsi seperti uji normalitas data dan asumsi klasik yang terdiri atas uji multikolineraitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Terkadang data-data tersebut mengalami masalah yang berkaitan dengan uji-uji tersebut, sehingga harus dilakukan transformasi data. Beberapa permasalahan dapat diselesaikan dengan transformasi standar seperti ln, log, arc, kuadratik, dll. Namun juga terkadang transformasi yang ada memiliki kekurangan, misal dengan cara log dan ln tidak memungkinkan untuk data-data negatif sehingga harus dilakukan perombakan mendasar dengan menggeser kontanta agar di atas sumbu nol. Pada akhirnya akan merepotkan ketika melakukan intrepretasi hasil.&lt;br /&gt;Ada cara alternatif yang relatif mudah dan tidak merubah karateristik data, yaitu dengan konsep reduksi osilasi penyimpangan residual. Konsep ini dapat diilustrasikan sebagai berikut: misalkan kita akan melakukan analisis terhadap dari 4 perusahaan otomotif (dikodekan A, B, C dan D) dengan variabel variabel seperti KAP (Kantor Akuntan Publik) yang terbagi atas big 4 (dikodekan 1) dan non big 4 (dikodekan 0), lalu data indeks pengungkapan kecurangan (IP) dan initial return saham perusahaan (IR) di lantai bursa. Pergerakan data diamati selama 5 tahun untuk masing-masing perusahaan, seperti pada table di bawah ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAWGLsEpnI/AAAAAAAAAJ4/noM-KJrUanw/s1600-h/gb1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404343848317265522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 347px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAWGLsEpnI/AAAAAAAAAJ4/noM-KJrUanw/s400/gb1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuat dalam bentuk grafik akan terlihat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAWGQZhoQI/AAAAAAAAAKA/y35pkcIH5HM/s1600-h/Gb2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404343849581650178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 355px; CURSOR: hand; HEIGHT: 223px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAWGQZhoQI/AAAAAAAAAKA/y35pkcIH5HM/s400/Gb2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dilakukan uji normalitas data yang hasilnya seperti tabel di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404349797404664402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 106px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAbgdxCYlI/AAAAAAAAAKg/rdbjBkbpqEo/s400/Gb3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari keempat data tersebut ternyata semuanya dinyatakan tidak berdistribusi normal karena nilai sig lebih kecil dari 0.05.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAWG1mxVzI/AAAAAAAAAKQ/bHm14SMa9tY/s1600-h/Gb4.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404343859569317682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 347px; CURSOR: hand; HEIGHT: 472px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAWG1mxVzI/AAAAAAAAAKQ/bHm14SMa9tY/s400/Gb4.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari tiap-tiap gambar terdapat fluktuasi (osilasi) data yang ekstrim terhadap nilai normalnya, fluktuasi tersebut mengakibatkan data tidak berdistribusi normal. Agar dpat diperoleh data yang berdistribusi normal dilakukan transformasi dengan membuat penyimpangan antara nilai aktual dengan nilai normal (unstandardized) lebih sempit. Pada data di atas dilakukan reduksi penyimpangan sebesar 80% untuk KAP dan 50% untuk IR serta IP. Pada akhirnya diperoleh nilai transformasi yang berdistribusi normal namun masih memliki karakter yang sama dengan data aktualnyanya. Berikut adalah nilai hasil transformasi yang didapat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAVNzhWBQI/AAAAAAAAAJw/yc6SHszk_yI/s1600-h/Gb5.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404342879757141250" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 383px; CURSOR: hand; HEIGHT: 324px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAVNzhWBQI/AAAAAAAAAJw/yc6SHszk_yI/s400/Gb5.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Transformasi seperti ini efektif untuk data-data yang memiliki nilai negative yang tidak mungkin dilakukan dengan log maupun lognormal. Juga masih lebih baik dibandingkan dengan transformasi kuadratik. Selanjutnya dilakukan kembali uji normalitas data dan diperoleh hasil sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAVDpWFinI/AAAAAAAAAJo/xgHQ0Z06dWs/s1600-h/Gb6.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404342705226877554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 388px; CURSOR: hand; HEIGHT: 126px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAVDpWFinI/AAAAAAAAAJo/xgHQ0Z06dWs/s400/Gb6.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan pengujian kembali terhadap keempat data hasil transformasi tersebut ternyata semuanya dinyatakan berdistribusi normal karena nilai sig.&gt; 0.05 (untuk semua data), sehingga data sudah layak untuk pengujian selanjutnya uji asumsi klasik, regresi dan uji hipotesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penulis adalah seorang konsultan di BS Consulting yang sangat familiar dan berpengalaman dalam hal statistika industri, ekonometrika dan manajemen keuangan. Disamping itu sudah beberapa kali sukses menangani project-project yang berkaitan dengan kinerja perusahaan, manajemen SDM, Strategic, Produksi serta Keuangan &amp;amp; Investasi. Juga tercatat pernah menangani sejumlah survey kepuasan karyawan dan pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Beberapa proyek yang pernah ditangani penulis antara lain:&lt;br /&gt;1. Analisis Kelayakan Proyek Restaging Generator Untuk Pertamina Cilamaya.&lt;br /&gt;2. Analisis Kelayakan Operasi Bank-Bank Go Public Dengan Metode Diskriminan.&lt;br /&gt;3. Aplikasi BSC Pada Asuransi BAJ.&lt;br /&gt;4. Optimalisasi Portofolio Dana Pensiun PT. Angkasa Pura II.&lt;br /&gt;5. Survey Kepuasan Karyawan di PT. ABI thn 2008.&lt;br /&gt;6. Survey Kepuasan Karyawan di PT. ABI thn 2009.&lt;br /&gt;7. Analisis Kepuasan Karyawan di Pelindo II dan III.&lt;br /&gt;8. Feasibility Study Proyek PT. Indosat Dalam Pengadaan Bangunan Di DIY.&lt;br /&gt;9. Analisis Strategi Distribusi di Jamu Puspo. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-2527374047675917125?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/2527374047675917125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=2527374047675917125' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/2527374047675917125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/2527374047675917125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/11/informasi-data-tidak-normal-lakukan.html' title='TIDAK NORMAL??? “LAKUKAN ALTERNATIF TRANSFORMASI”'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SwAYxagpHZI/AAAAAAAAAKY/xB7qeQ_Xtnw/s72-c/Aq2_hf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-3335403175009987543</id><published>2009-08-27T19:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-27T19:37:38.131-07:00</updated><title type='text'>Pembahasan Lanjutan: Analisis Survey Kepuasan Karyawan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SpdBFeDhhmI/AAAAAAAAAIw/wLn_yimTfRU/s1600-h/isimateri2.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374836242512971362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 242px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SpdBFeDhhmI/AAAAAAAAAIw/wLn_yimTfRU/s320/isimateri2.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Salam Sejahtera dari Saya Untuk Semua, saya ucapkan terima kasih atas responnya mengenai penawaran kami perihal survey kepuasan karyawan&lt;/strong&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Salah satu respon yang muncul adalah pertanyaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode. Berikut adalah pertanyaan sekaligus tanggapan saya.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Metode manakah yang menawarkan tingkat hasil yang paling baik?&lt;br /&gt;Jawab: Perlu saya jelaskan terlebih dahulu dan dalam hal ini para ahli pun sependsapat bahwa tidak ada metode yang sempurna dan paling baik. Masing-masing metode mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing. Dan saya pun ingin bertanya juga pada pertanyaan di atas mengenai pemahaman atau pengertian “tingkat hasil yang paling baik”, kalau boleh tahu ditinjau dari sudut pandang apa? Apakah berdasarkan akurasi, hasil penilaiaan, value added bagi manajeman atau berdasarkan indikator lainnya?  Dan disamping itu pun banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Namun hasil yang paling optimal dapat diperoleh dengan perlakuan atau metode yang tepat, yang dalam hal ini perlu disesuaikan dengan jenis data, kualitas data dan yang terpenting tujuannya untuk apa?&lt;br /&gt;Misal:&lt;br /&gt;1)    Jika hanya untuk mengetahui gambaran bisa gunakan analisis deskriptif dengan nilai indeks sebagai indikator hasil, ini adalah penilaian yang paling dasar dan apa adanya hasil kita tampilkan. Kualitas data sangat berpengaruh terhadap hasil penilaian, jika datanya adalah data primer maka harus valid, reliable dan jika berdistribusi normal akan lebih berkualitas.&lt;br /&gt;2)    Jika untuk mengukur perbedaan harapan dengan persepsi bisa gunakan analisis kesenjangan (gap analisis) dengan daerah kuadran pada kartesisus sebagai penentu kepuasan karyawan. Sama jika datanya adalah data primer maka harus valid, reliable dan jika berdistribusi normal akan lebih berkualitas.&lt;br /&gt;3)    Jika untuk mengetahui % suatu peluang kejadian apakah berpengaruh terhadap % peluang terjadinya kejadian lain, bisa tambah penggunaan analisis Tabulasi Silang (Cross Tab) dan Keselarasan dengan indikator Chi Square. Dalam hal ini data diijinkan tidak berdistribusi normal.&lt;br /&gt;4)    Dan jika untuk menilai pengaruh sejumlah faktor bisa gunakan Analisis Multivariat Diskriminan dengan nilai Z sebagai indikator. Namun umumnya ini untuk data sekunder dan termasuk parametrik sehingga data harus normal.&lt;br /&gt;5)    Jika untuk membedakan pencapaian hasil dua kriteria (mis. Baik dan buruk) bisa gunakan analisis dengan metode Statistical Quality Control dengan batasan UCL (Upper Control Limit) dan LCL (Lower Control Limit) sebagai indikator.&lt;br /&gt;6)    Dan masih banyak metode lainnya yang bisa digunakan dan disesuaikan dengan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimana memilih metode yang paling cocok untuk kita?&lt;br /&gt;Jawab: Seperti telah saya kemukakan pada jawaban no. 1, hal ini disesuaikan dengan kondisi data dan tujuan penelitian, atau informasi apa lagi dari data tersebut yang ingin diketahui.&lt;br /&gt;3. Apakah metode yang dilakukan untuk indeks kinerja perusahaan maupun keuangan sama dengan survey kepuasan pelanggan maupun karyawan?&lt;br /&gt;Jawab: Secara data perlakuannya berbeda karena pada indeks kinerja perusahaan misal yang paling pavorit adalah BSC yang melibatkan data primer dan skunder, pada indeks kinerja keuangan umumnya melibatkan data skunder (berskala rasio) sedangkan pada survey kepuasan pelanggan maupun karyawan melibatkan data primer (dan berskala ordinal). Dalam hal ini perlakukan uji datanya berbeda. Untuk data-data primer memerlukan uji Validitas dan Reliabilitas sedangkan pada data skunder memerlukan uji awal uji asumsi klasik. Keduanya untuk menguji kelayakan data dan harus diperlakukan dengan metode apa agar memenuhi harapan atau tujuan penelitian.&lt;br /&gt;4. Apakah ada contoh survey yang dapat kami pertimbangkan untuk survey kepuasan pelanggan, indeks kinerja perusahaan maupun keuangan?&lt;br /&gt;Jawab: Ada namun tidak untuk dikirim, jika mau saya hanya bisa perlihatkan saja, mohon maaf dan pengertiannya ini tidak boleh dibaca isinya. Sekali lagi mohon maaf karena saya terikat perjanjian untuk menjaga kerahasiaan klien-klien perusahaan saya.&lt;br /&gt;5. Perusahaan apa saja yang sudah menggunakan jasa BS Consulting dalam hal ini?&lt;br /&gt;Jawab: Diantaranya yang telah menjadi klien saya antara lain Indosat Jogja (melalui Bpk. Eko Supriyatno, SE., MM, beliau sebagai direktur MTC LP3i), Pertamina Cilamaya, Amec Berca, Noto No Taiko Indonesia, Pelindo II dan III, MTC LP3i (juga melalui Bpk. Eko Supriyatno, SE., MM, beliau sebagai direktur MTC LP3i) dan lain-lainnya belum termasuk yang secara pribadi.&lt;br /&gt;Demikian yang bisa saya sampaikan, jika dirasa masih ada yang ingin diketahui lebih lanjut mohon tidak perlu sungkan dan ragu untuk mengundang saya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moh. Roy Hamdan, ST., MM&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-3335403175009987543?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bs-consulting.spaces.live.com' title='Pembahasan Lanjutan: Analisis Survey Kepuasan Karyawan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/3335403175009987543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=3335403175009987543' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/3335403175009987543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/3335403175009987543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/08/pembahasan-lanjutan-analisis-survey.html' title='Pembahasan Lanjutan: Analisis Survey Kepuasan Karyawan'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SpdBFeDhhmI/AAAAAAAAAIw/wLn_yimTfRU/s72-c/isimateri2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-6137237794278662641</id><published>2009-08-23T09:50:00.000-07:00</published><updated>2009-08-27T19:11:36.475-07:00</updated><title type='text'>Analisis Kepuasan Karyawan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SpF5mH72XOI/AAAAAAAAAIo/0UBK4h_iZDA/s1600-h/Ngajar.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373209526301777122" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 214px; CURSOR: hand; HEIGHT: 182px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SpF5mH72XOI/AAAAAAAAAIo/0UBK4h_iZDA/s320/Ngajar.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dari judul yang tertulis di atas, akan mengundang berbagai pertanyaan, diantaranya akan dimulai dari, “bagaimana mengukur kepuasan?”, “Bagaimanakah memetakan kepuasan karyawan agar mudah dipahami?”, “Apa benefitnya bagi perusahaan?”, “metode apa yang bisa digunakan?”, “Dan mengapa dengan metode tersebut?”, “Bukankah umunya dengan pendekatan statistika dan lain-lainnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyan tersebut adalah cerminan dari individu-individu pada suatu perusahaan yang walaupun sehari-hari terlibat dengan pentingnya data-data karyawan, namun belum mengetahui metode apa saja agar diperoleh hasil yang tepat sehingga bermanfaat dalam menentukan kebijakan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian perlu dipahami terlebih dahulu mengenai statistika. Pada dasarnya adalah ilmu yang berkaitan dengan kegiatan mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif. Sedangkan statistik adalah suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka. Oleh karena itu dengan mengunakan statistika pada suatu perusahaan akan membantu individu-individu yang ada di perusahaan tersebut sehingga mampu mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, hasil pengolahan data yang diklakukan dengan metode yang tepat dan bermutu akan menghasilkan intepretasi yang ideal. Pada akhirnya akan memudahkan pihak manajemen untuk menentukan kebijakan manajemen yang optimal. Berikutnya akan dapat diturunkan strategi manajemen yang tepat. Strategi manajemen yang sukses menagani berbagai masalah pekerja harus berlandaskan pada kebutuhan perusahaan dan adanya upaya untuk melampaui harapan perusahaan sejalan dengan hasil analisis statistik yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan tersebut yang mendasari kami (BS Consulting) untuk menawarkan pelatihan dan atau pun jasa analisis kepuasan karyawan agar pihak manajemen perusahaan dapat merumuskan kebijakan dengan tepat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beberapa metode Analisis yang dapat pilihan antara lain:&lt;br /&gt;1) Metode Analisis deskriptif dengan nilai indeks kepuasan karyawan sebagai indikator kepuasan.&lt;br /&gt;2) Metode Analisis kesenjangan (gap analisis) dengan daerah kuadran pada kartesisus sebagai penentu kepuasan karyawan.&lt;br /&gt;3) Metode Analisis Tabulasi Silang (Cross Tab) dan Keselarasan dengan indikator Chi Square.&lt;br /&gt;4) Metode Analisis Multivariat Diskriminan dengan nilai Z sebagai indikator kepuasan.&lt;br /&gt;5) Metode Analisis dengan metode Statistical Quality Control dengan batasan UCL (Upper Control Limit) dan LCL (Lower Control Limit) sebagai indikator batas kepuasan.&lt;br /&gt;Pembahasan&lt;br /&gt;Presentasi Hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai biaya atas jasa yang kami tawarkan untuk bantuan analisis seperti yang disebutkan pada poin adalah sebesar&lt;br /&gt;Rp 4.150.000,00 (Empat Juta Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai rincian perihal biaya atas jasa yang kami tawarkan untuk mengadakan pelatihan / in house training adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jasa Analisis Kepuasan sebesar Rp 4.000.000,- ditambah ADM sebesar Rp 150.000,- sehinggaTotal Rp 4.150.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pilihan metode analisis yang digunakan lebih dari satu metode, maka dikenakan tambahan fee dengan setiap penambahan satu metode analisis adalah Rp 450.000,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: harga belum termasuk PPN 10%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Batas waktu pengolahan data hingga presentasi hasil adalah:&lt;br /&gt;a. Kurang dari satu minggu sejak data diserahkan ke pihak BS Consulting, dengan catatan pihak BS Consulting hanya melakukan analisis data dan data tersebut diserahkan dalam bentuk soft copy.&lt;br /&gt;b. Satu minggu (tujuh hari) sejak data diserahkan ke pihak BS Consulting, dengan catatan pihak BS Consulting hanya melakukan analisis data dan data tersebut diserahkan dalam bentuk hard copy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kami sebagai pihak manajemen BS Consulting akan senantiasa menjaga kerahasiaan data seluruh klien-klien kami. Dan kami pun bersedia menandatangani kesepakatan mengenai kerahasiaan data tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hasil pengelolahan data akan kami berikan dalam bentuk soft file dan hard file untuk satu kali cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian informasi ini saya sampaikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-6137237794278662641?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bs-consulting.spaces.live.com' title='Analisis Kepuasan Karyawan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/6137237794278662641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=6137237794278662641' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/6137237794278662641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/6137237794278662641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/08/analisis-kepuasan-karyawan.html' title='Analisis Kepuasan Karyawan'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SpF5mH72XOI/AAAAAAAAAIo/0UBK4h_iZDA/s72-c/Ngajar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-7975149252963868701</id><published>2009-05-10T11:09:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T07:50:28.934-08:00</updated><title type='text'>“Konsep Analisis Kesehatan Finansial”</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Oleh:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sgcabj4cOaI/AAAAAAAAAIc/5Tcqa04gFw8/s1600-h/MulaiMembangun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334261344434403746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 151px; CURSOR: hand; HEIGHT: 210px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sgcabj4cOaI/AAAAAAAAAIc/5Tcqa04gFw8/s200/MulaiMembangun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Roy Hamdan, ST., MM.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sama halnya seperti manusia, kesehatan finansial bagi perusahaan pun sesuatu yang sangat penting untuk dijaga. Manusia yang sehat mampu melakukan segala aktifitas dalam kehidupannya dengan lebih baik sehingga hasil yang dicapai pun akan lebih baik pula. Demikian pula dengan finansial perusahaan yang dapat dinilai sehat jika asset perusahaan ditempatkan secara optimal untuk mencapai tujuan perusahaan yang lebih maksimal, yaitu menghasilkan profit dan mampu terus mempertahankan kelangsungan usahanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara mudah, perusahaan yang dinilai sehat adalah perusahaan yang mampu melakukan aktifitas usaha, mampu memenuhi kewajiban dan mampu menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini ada beberapa metode yang dapat dipilih untuk menilai kesehatan finansial perusahaan, diantaranya adalah analisis rasio-rasio keuangan, analisis statistik kualitatif maupun kuantitatif dan masih ada beberapa metode lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari sekian banyak metode kami telah menguji dan membuktikan akurasi suatu metode analisis kesehatan finansial yang dapat dinilai lebih baik untuk diterapkan atau digunakan, yaitu analisis multivariat yang dikombinasikan dengan analisis diskriminan. Lebih lanjut mengenai metode ini adalah metode yang dinamis sejalan dengan perkembangan dan kondisi yang terjadi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal-hal yang patut dipahami agar dapat memanfaatkan model diskriminat secara akurat antara lain:&lt;br /&gt;1.Memahami konsep pengukuran kesehatan finansial perusahaan.&lt;br /&gt;2.Dapat menentukan faktor-faktor yang berpengaruh pada kesehatan finansial perusahaan.&lt;br /&gt;3.Dapat menentukan kualifikasi kesehatan finansial perusahaan.&lt;br /&gt;4.Dapat menyusun model matematik untuk menentukan kesehatan finansial perusahaan.&lt;br /&gt;5.Dapat menentukan titik-titik kelemahan perusahaan berdasarkan kualifikasi kesehatan finansial yang telah dicapai oleh perusahaan.&lt;br /&gt;6.Dapat menentukan tingkat kesehatan finansial perusahaan.&lt;br /&gt;7.Dapat menentukan rekomendasi kebijakan untuk melakukan pembenahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-7975149252963868701?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/7975149252963868701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=7975149252963868701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/7975149252963868701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/7975149252963868701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/05/konsep-analisis-kesehatan-finansial.html' title='“Konsep Analisis Kesehatan Finansial”'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sgcabj4cOaI/AAAAAAAAAIc/5Tcqa04gFw8/s72-c/MulaiMembangun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-2075893772271134611</id><published>2009-05-03T23:26:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T07:41:30.949-08:00</updated><title type='text'>Meningkatkan Kinerja dan Efisiensi Dengan Metode Balancing</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331852442686779698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 162px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sf6LjBkk8TI/AAAAAAAAAHk/q2Sdu3FBNSc/s200/Aq2_hf.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Mohamad Rojana Hamdan, ST., MM.&lt;br /&gt;(The Operation)&lt;br /&gt;Grade V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BS Consulting&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perusahaan dalam melakukan aktifitas produksi maupun aktifitas usaha secara keseluruhan, umumnya tidak terlepas dari interaksi antar departemen atau bagian-bagian yang ada di dalamnya. Pada setiap departemen akan dihasilkan output dengan standar spesifikasi tertentu. Untuk menghasilkan output dengan spesifikasi yang diharapkan terjadi proses produksi ada yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan produksi secara berseri maupun paralel. Namun dalam hal ini yang penting untuk diperhatikan adalah apakah untuk menghasilkan ouput tersebut memenuhi standar waktu atau standar efisiensi yang ditentukan atau tidak. Dan apakah sering terjadi keadaan dimana satu proses produksi di satu departemen terhambat akibat menunggu supply dari departemen atau bagian sebelumnya. Jika memang terjadi seperti itu, hal ini menunjukan adanya proses yang tidak balance antara proses di departemen yang satu dengan departemen lainnya, baik secara waktu maupun secara efisiensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa akibat dari proses antar departemen yang tidak balance dapat mengakibatkan menurunnya efisiensi sehingga terjadi pemborosan secara finansial yang merugikan. Pada rangkaian produksi dengan proses antara yang satu dengan yang lain tidak balance, mengakibatkan efesiensi akan lebih rendah ketimbang proses yang balance. Mengapa demikian ???, karena rugi-rugi atau tingkat ketidak mulusan proses produksi menjadi lebih tinggi ketimbang proses produksi yang balannce. Bagaimana mengetahuinya??? Sudah pasti dengan melakukan pengukuran waktu proses atau efisiensi pada masing-masing departemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengukuran Waktu Peroses&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk memahami bagaimana melakukan analisis balance atau tidaknya suatu rangkaian proses produksi perlu dilakukan pengumpulan data terlebih dahulu. Dalam hal ini pengumpulan data dilakukan pada suatu line produksi dari perusahaan manufaktur yang berlokasi di daerah Cibitung tepatnya di Kawasan Industri MM2100. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331853609093728066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 307px; CURSOR: hand; HEIGHT: 291px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sf6Mm6xqh0I/AAAAAAAAAHs/vtiuHZiQ0kc/s200/data.JPG" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tabel di atas menunjukan besarnya effisiensi (jumlah produksi/jam kerja)yang dihitung dari jumlah produksi yang dihasilkan dibagi lamanya kerja satu sihft (8 jam) yang dikonversikan dalam satuan detik. Dari tabel tersebut kolom kenyataan menunjukan kondisi nyata yang terjadi saat dilakukan pengambilan data. Kolom opsi I menunjukan simulasi data jika efisiensi untuk tiap-tiap work station disusun mulai dari proses yang paling singkat hingga yang paling lama. Kolom opsi II menunjukan simulasi data jika efisiensi untuk tiap-tiap work station disusun mulai dari proses yang paling lama hingga yang paling singkat. Dan kolom opsi III menunjukan simulasi data jika efisiensi untuk tiap-tiap work station disusun sedemikian hingga masing-masing proses mendekati waktu proses rata-ratanya (melalui proses balancing). Jika disajikan dalam bentuk grafik akan terlihat sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331853935351601746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 330px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sf6M56LmmlI/AAAAAAAAAH0/VAiWrrzM6Aw/s200/Aktual.JPG" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331854138210927442" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 329px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sf6NFt5CQ1I/AAAAAAAAAH8/Njow4x6V7cs/s200/Opsi+I.JPG" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331854322450983538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 326px; CURSOR: hand; HEIGHT: 249px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sf6NQcPSanI/AAAAAAAAAIE/mnMgwnfZlYg/s200/Opsi+II.JPG" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331854583250033218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 318px; CURSOR: hand; HEIGHT: 204px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sf6NfnyoGkI/AAAAAAAAAIM/KaFBKH9MT3c/s200/Opsi+III.JPG" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Derdasarkan data-data tersebut kemudian dilakukan perhitungan indeks kemulusan atau pun indeks hambatan dengan rumus indeka kemulusan sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;SI = Akar(Sigma(CT-WT)2) &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan setelah dilakukan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331854884483280290" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 333px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sf6NxJ-OraI/AAAAAAAAAIU/ZSEDzTPgn-M/s200/Resume.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada komposisi data pada kondisi aktual, opsi I (data tersusun meningkat) dan opsi II (data tersusun menurun) diperoleh hasil yang sama, yaitu indeks hambatan sebesar 8.02% atau indeks kemulusan sebesar 91.98%. Sedangkan untuk opsi III (hasil dari proses balancing) dengan komposisi data yang tersusun mendekati rata-rata waktu prosesnya (CT) diperoleh indeks hambatan sebesar 2.83% atau indeks kemulusan sebesar 97.17%. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jika semakin banyak station kerja yang waktu prosesnya menyimpang dari waktu acuannya (rata-rata proses) dan penyimpangan ini semakin besar akan mengakibatkan faktor hambatan meningkat dan/atau indeks kemulusan menurun, sebaliknya jika telah dilakukan balancing, sehingga semakin sedikit station kerja yang waktu prosesnya menyimpang dari waktu acuannya (rata-rata proses) dan penyimpangan ini semakin kecil akan mengakibatkan faktor hambatan menurun dan/atau indeks kemulusan meningkat. Perlu diketahui juga bahwa dengan meningkatnya indeks kemulusan dikatakan efisiensi pun cenderung meningkat. Lebih jauh lagi, hal ini pun berarti potensi untuk meningkatkan keuntungan secara finansial menjadi lebih baik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tinjauan berikutnya adalah dari sudut pandang kapasitas. Sebelumnya kapasitas pada kondisi aktual, opsi I dan opsi II adalah sebesar 1800 unit per hari. Dan seandainya pihak manajemen mampu merubah komposisi waktu proses atau balancing hingga seperti pada komposisi opsi III, maka akan diperoleh peningkatan kapasitas dari 1800 unit/hari manjadi 2057 unit/hari atau meningkat 14.3%. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Implikasi selanjutnya adalah penghematan jumlah station kerja atau tenaga kerja. Jika sebelumnya untuk menghasilkan 1800 unit per hari diperlukan 12 station kerja atau tenaga kerja, maka dengan komposisi seperti opsi III untuk menghasilkan 1800 cukup dengan 10 atau 11 staion kerja. Jika dihitung secara finansial maka penghematan yang dapat dilakukan adalah berkurang sekitar 2 station kerja dan 2 tenaga kerja.&lt;br /&gt;Reduction Cost dalam setahun = ((2x(MaintenanceCost bulanan))+(2x(upah)))x12 &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh:&lt;br /&gt;- Jika mantenace cost = Rp 200.000/bulan&lt;br /&gt;- Jika upah Rp 900.000/bulan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka penghematan secara finansial adalah: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Reduction Cost setahun = ((2x(200.000))+(2x(900.000)))x12&lt;br /&gt;Reduction Cost setahun = (400.000+1.800.000)x12&lt;br /&gt;Reduction Cost setahun = (2.200.000x12) = Rp 26.400.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;1. Semakin cepat waktu proses tidak berarti semakin baik. Dalam hal ini yang diperlukan adalah waktu proses yang berjalan secara singkron antar satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;2. Efisiensi akan meningkat jika perbedaan waktu proses untuk tiap-tiap station kerja dengan waktu rata-rata proses untuk secara keseluruhan semakin kecil.&lt;br /&gt;3. Upaya mengupayakan agar seluruh rangkaian proses dari setiap station kerja mempunyai penyimpangan yang minimal dari waktu rata-rata proses disebut “Balancing”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-2075893772271134611?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/2075893772271134611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=2075893772271134611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/2075893772271134611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/2075893772271134611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/05/meningkatkan-kinerja-dan-efisiensi.html' title='Meningkatkan Kinerja dan Efisiensi Dengan Metode Balancing'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/Sf6LjBkk8TI/AAAAAAAAAHk/q2Sdu3FBNSc/s72-c/Aq2_hf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-4352321839781612089</id><published>2009-03-09T22:35:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T07:47:34.681-08:00</updated><title type='text'>Apakah Yang Dimaksud Dengan Kesehatan Finansial Perusahaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbX8r8MhkpI/AAAAAAAAAGs/10m3lkKiC5k/s1600-h/Pelatihan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311429167376601746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 159px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbX8r8MhkpI/AAAAAAAAAGs/10m3lkKiC5k/s320/Pelatihan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;“Apakah yang dimaksud dengan kesehatan finansial perusahaan?”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar perusahaan yang dapat dinilai sehat adalah perusahaan yang mampu melakukan aktifitas usaha secara optimal, mampu memenuhi kewajiban dan mampu menghasilkan keuntungan. Dengan demikian ada beberapa hal yang dapat dipilih sebagai dasar guna menilai kesehatan finansial perusahaan, diantaranya adalah analisis rasio-rasio keuangan, analisis statistik kualitatif maupun kuantitatif dan masih ada beberapa metode lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak metode yang ada, kami telah menguji dan membuktikan akurasi suatu metode analisis kesehatan finansial yang dinilai dapat memberikan tuntunan rekomendasi agar lebih baik. Pada akhirnya dengan hasil yang diperoleh dapat membenahi kelemahan yang ada bahkan menciptakan value added bagi perusahaan. Lebih lanjut mengenai metode ini adalah metode yang dinamis sejalan dengan perkembangan kondisi saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Analisis Kesehatan Finansial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan yang diharapkan dari analisis kesehatan finansial secara garis besar adalah untuk :&lt;br /&gt;1. “General Check UP” kesehatan finansial perusahaan.&lt;br /&gt;2. Mendeteksi &amp;amp; mendiagnosa gangguan kesehatan finansial.&lt;br /&gt;3. Memulihkan kesehatan finansial perusahaan.&lt;br /&gt;4. Menentukan titik-titik kelemahan yang perlu dijaga untuk menjaga kesehatan finansial.&lt;br /&gt;5. Upaya optimalisasi kesehatan finansial perusahaan.&lt;br /&gt;6. Menentukan rekomendasi kebijakan untuk memulihkan atau menjaga kesehatan finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-4352321839781612089?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/4352321839781612089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=4352321839781612089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/4352321839781612089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/4352321839781612089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/03/apakah-yang-dimaksud-dengan-kesehatan.html' title='Apakah Yang Dimaksud Dengan Kesehatan Finansial Perusahaan'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbX8r8MhkpI/AAAAAAAAAGs/10m3lkKiC5k/s72-c/Pelatihan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-33196017929590611</id><published>2009-03-09T22:14:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T07:43:34.941-08:00</updated><title type='text'>Analisis dan Perhitungan Indeks Kepuasan Karyawan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbX4DILjEyI/AAAAAAAAAGk/qNzprfzl7g4/s1600-h/Pelatihan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311424068172583714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 159px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbX4DILjEyI/AAAAAAAAAGk/qNzprfzl7g4/s320/Pelatihan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Analisis kepuasan karyawan akan sangat baik seandainya dapat dilakukan secara periodik. Hal ini penting karena merupakan alat ukur untuk menilai keseimbangan antara harapan karyawan dengan kebijakan perusahaan termasuk segala fasilitas yang telah ada. Disamping itu, hasil analisis kepuasan karyawan dapat juga digunakan sebagai landasan dalam menentukan kebijakan manajemen untuk periode selanjutnya. Apabila tercipta kesesuaian antara harapan karyawan dengan kebijakan perusahaan, maka harapan pihak karyawan dapat terpuaskan. Sebagai benefit bagi perusahaan adalah karyawan akan bekerja maksimal dan membuahkan hasil yang optimal bagi perusahaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Analisis kepuasan karyawan seringkali digunakan untuk menilai persepsi karyawan perihal kebijakan yang berlaku di perusahaan. Hasil yang diperoleh dipandang sebagai feed back para karyawan atas kebijakan yang berlaku saat ini. Selanjutnya dari hasil feed back tersebut akan dirumuskan kebijakan manajemen untuk periode sejanlutnya. Kebijakan tersebut akan ditetapkan oleh pihak manajemen sebagai upaya agar tercapai suatu tingkat kesesuaian antara harapan pihak karyawan dengan harapan manajemen perusahaan. Dengan demikian hasil dari survey ini merupakan input bagi manajemen dalam menentukan kebijakan terutama yang berkenaan dengan upaya peningkatan produktivitas karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan analisis kepuasan karyawan, perlu disimak terlebih dahulu pertanyaan berikut: “&lt;strong&gt;Mengapa suatu perusahaan melakukan analisis kepuasan karyawan&lt;/strong&gt;?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar kepuasan karyawan perlu di-analisis ketika manajemen perusahaan menilai telah terjadi penyimpangan kinerja yang diukur berdasarkan ukuran kinerja yang telah ditentukan. Secara periodik analisis kepuasan karyawan dapat digunakan sebagai sarana evaluasi berdasarkan kesesuaian antara harapan karyawan dengan kebijakan yang berlaku di perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Analisis Kepuasan Karyawan&lt;br /&gt;Adapun tujuan yang diharapkan dari analisis kepuasan karyawan antara lain adalah : &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manfaat metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk analisis kepuasan karyawan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengetahui data angket kepuasan karyawan dapat dipercaya atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Megetahui tingkat partisipasi responden.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai dasar untuk menentukan standar/target kepuasan karyawan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai dasar untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai dasar untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan di tiap departemen, group, lokasi, lama bekerja, usia dan jenis kelamin.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai dasar untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan berdasarkan kelompok pertanyaan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai masukan bagi pihak manajemen untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas kerja karyawan ditinjau berdasarkan harapan karyawan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-33196017929590611?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/33196017929590611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=33196017929590611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/33196017929590611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/33196017929590611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/03/analisis-dan-perhitungan-indeks.html' title='Analisis dan Perhitungan Indeks Kepuasan Karyawan'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbX4DILjEyI/AAAAAAAAAGk/qNzprfzl7g4/s72-c/Pelatihan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-7923014799216889267</id><published>2009-03-09T21:32:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T07:40:28.190-08:00</updated><title type='text'>Optimalisasi Sarana-Sarana Manajemen Dengan Metode Balancing</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbXu0qD_JpI/AAAAAAAAAGY/_u8bDW3qIBU/s1600-h/25092008925.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311413923964987026" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbXu0qD_JpI/AAAAAAAAAGY/_u8bDW3qIBU/s320/25092008925.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana kita ketahui bersama, sebagian besar perusahaan sangat terbebani oleh dampak krisis global yang tengah melanda dunia saat ini. Bersamaan dengan adanya dampak krisis global, beban yang ditanggung akan semakin membebani perusahaan apabila sarana-sarana manajemen yang ada tidak dalam komposisi ideal atau balance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan pentingnya upaya agar sarana-sarana manajemen dapat ideal atau balance, sejumlah pertanyaan yang akan muncul diantaranya adalah ”Bagaimana menentukan komposisi sarana manajemen yang ideal?” Lalu,“Apa untungnya komposisi yang ideal?” Dan,”Apakah balance itu artinya seimbang, sehingga kita akan membuat semua sarana manjemen sama jumlahnya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan tersebut, dalam hal ini kami mencoba memberikan pencerahan melalui paket analisis “Solusi Optimalisasi Sarana-Sarana Manajemen Dengan Metode Balancing”. Mengenai paket tersebut kami tawarkan dengan dikemas sedemikian hingga mudah dipahami dan diterapkan. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa dengan komposisi yang ideal hal-hal yang merugikan akibat beban yang tidak seimbang dapat ditekan. Pada akhirnya kelangsungan perusahaan pun dapat dipertahankan dengan hasil yang optimal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Optimalisasi Sarana Manajemen Dengan Metode Balancing&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hasil yang dicapai sebuah perusahaan akan lebih optimal jika hal-hal yang merugikan dapat dihilangkan, unsur-unsur biaya dapat ditekan dan unsur-unsur penerimaan dapat ditingkatkan. Pengertian optimal erat kaitannya dengan kriteria untuk hasil yang diperoleh. Sebuah perusahaan dapat dikatakan optimal apabila memperoleh hasil yang maksimal dengan kerugian yang minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal itu, melalui analisis yang kami tawarkan akan diketahui bagaimana menentukan kriteria perusahaan dengan sarana-sarana manjemen yang Ideal dan memperoleh hasil yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak metode yang ada, kami telah menguji dan membuktikan akurasi metode load balancing dalam menilai ideal atau tidak komposisi sarana manajemen. Berdasarkan hasil analisis akan diperoleh masukan bagi manajemen sebagai tuntunan atau rekomendasi agar lebih baik. Pada akhirnya dengan hasil yang diperoleh dapat membenahi kelemahan yang ada bahkan menciptakan value added bagi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Analisis Optimalisasi Sarana-Sarana Manajemen Dengan Metode Balancing&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memetakan kemampuan dan beban dari tiap-tiap komponen sarana manajemen.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menentukan ukuran ideal atau balance untuk tiap-tiap sarana.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendeteksi sarana manajemen yang bermasalah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menentukan titik-titik kelemahan yang sensitif sehingga perlu diperhatikan untuk menjaga komposisi yang ideal.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Membenahi dan menyusun kembali proporsi untuk masing-masing sarana manajemen agar diperoleh komposisi sarana manajemen yang ideal (Mulai dari komponen HR hingga komponen output/market).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menentukan rekomendasi kebijakan bagi pihak manajemen perusahaan untuk memulihkan, menjaga atau meningkatkan hasil agar lebih optimal.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-7923014799216889267?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/7923014799216889267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=7923014799216889267' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/7923014799216889267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/7923014799216889267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/03/solusi-optimalisasi-sarana-sarana.html' title='Optimalisasi Sarana-Sarana Manajemen Dengan Metode Balancing'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbXu0qD_JpI/AAAAAAAAAGY/_u8bDW3qIBU/s72-c/25092008925.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-4203751047921553613</id><published>2009-03-09T21:09:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T07:37:32.151-08:00</updated><title type='text'>Benarkah Aplikasi SPSS dan Eviews Mampu Meningkatkan Kualitas Pengambilan Keputusan Manajemen???</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbXoneW3LII/AAAAAAAAAGQ/NeVd5wVeK_M/s1600-h/Pelatihan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311407100414864514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 139px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbXoneW3LII/AAAAAAAAAGQ/NeVd5wVeK_M/s320/Pelatihan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari topik di atas akan mengundang berbagai pertanyaan, diantaranya, “Apakah yang dimaksud dengan SPSS/Eviews?”, “Bagaimanakah SPSS/Eviews dapat memecakan masalah-masalah manajemen dengan lebih optimal?”, “Apa benefitnya bagi perusahaan?”, “Adakah kaiatannya dengan statistika?”, “Dan mengapa dengan metode statistik?”, “Bukankah SPSS/Eviews itu software penunjang statistika?”, “Dan apakah itu erat kaitannya dengan istilah mean (rata-rata), median (nilai tengah), modus (nilai data dengan jumlah mayoritas), standar deviasi (penyimpangan standar) dan lain-lainnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyan tersebut merupakan cerminan dari individu-individu pada suatu perusahaan yang walaupun sehari-hari terlibat dengan pentingnya data-data perusahaan namun belum memanfaatkan statistika atau metode statistik secara tepat dan optimal. Dan mungkin pula belum mengetahui sepenuhnya manfaat SPSS atau Eviews yang dapat digunakan sebagai sarana untuk pengambilan keputusan yang lebih berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian yang perlu dipahami terlebih dahulu konsep statistika. Pada dasarnya statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan kegiatan mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif. Sedangkan statistik adalah suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka. Oleh karena itu dengan mengunakan statistika pada suatu perusahaan akan membantu individu-individu yang ada di perusahaan tersebut sehingga mampu mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat dan efektif. Sedangkankaitannya dengan SPSS atau Eviews adalah software yang dapat menunjang kegiatan mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data dengan lebih menyeluruh, akurat dan sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, hasil pengolahan data yang diklakukan dengan SPSS atau Eviews akan menghasilkan intepretasi yang berkualitas sebagai penunjang pengambilan keputusan. Pada akhirnya akan memudahkan pihak manajemen untuk menentukan kebijakan manajemen dengan lebih optimal. Berikutnya akan dapat diturunkan strategi manajemen yang tepat. Strategi manajemen yang sukses menagani berbagai masalah perusahaan harus berlandaskan pada kebutuhan perusahaan. Ditambah adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan sebagai harapan perusahaan yang juga tercermin dari hasil analisis statistik yang dilakukan dengan SPSS/Eviews.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dipahami nilai tambah dan kelebihan dari SPSS/Eviews dibanding metode-metode strategi manajemen lainnya yang lebih populer namun terkadang belum tentu dapat cocok diterapkan disetiap perusahaan. Poin-poin yang perlu dipahami dalam hal ini antara lain: &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengerti konsep dasar analisis statistik dan aplikasinya pada bidang industri&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu menyusun kerangka analisis berbasis statistika pada perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memahami analisis statistik secara kualitatif dan kuantitatif untuk data-data perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu melakukan uji mutu data agar diketahui baik atau tidak suatu data untuk diolah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu menentukan kebohongan pada suatu data perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu menentukan keterkaitan antar faktor-faktor yang ada di perusahaan secara objektif.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu menguji signifikansi perbedaan hasil pencapaian akibat perlakukan atau tindakan yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu meng-intepretasi hasil pengujian baik secara parsial maupun multiple.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu menentukan nilai ideal pencapaian (relevance value) untuk berbagai bidang yang dianalsis.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu memetakan batas kemampuan ideal ditinjau dari perspektif SDM, Keuangan, Pemasaran, Produksi dan hal-hal lainnya yang ada di perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengukur kepuasan sumber daya manusia.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Membaca perilaku pekerja.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu melakukan seluruh poin-poin di atas yang diaplikasikan dengan SPSS atau Eviwes .&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-4203751047921553613?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/4203751047921553613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=4203751047921553613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/4203751047921553613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/4203751047921553613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/03/aplikasi-spss-dan-eviews-guna.html' title='Benarkah Aplikasi SPSS dan Eviews Mampu Meningkatkan Kualitas Pengambilan Keputusan Manajemen???'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SbXoneW3LII/AAAAAAAAAGQ/NeVd5wVeK_M/s72-c/Pelatihan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-15235080898528316</id><published>2009-01-22T09:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T07:31:47.366-08:00</updated><title type='text'>Seputar Audit TI dan Berbagai Risikonya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SZhZKKfsslI/AAAAAAAAAF4/VuCNyEgi6Oo/s1600-h/06052007314_edited.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303086592379630162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 114px; CURSOR: hand; HEIGHT: 173px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SZhZKKfsslI/AAAAAAAAAF4/VuCNyEgi6Oo/s320/06052007314_edited.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa waktu lalu beberapa bank besar mengalami pembobolan transaksi perbankan. Hal ini menunjukkan betapa canggihnya para pelaku kejahatan yang berusaha untuk menembus ataupun menggunakan kode-kode rahasia nasabah perbankan yang berpengaruh kepada hal-hal yang merugikan nasabah dan bank itu sendiri. Kusus yang terjadi di bank local dapat kita lihat di Bank BNI tahun 1987 dengan raibnya dana di Bank BNI New York sebesar 18 juta dolar AS dan terakhir di bulan November 2003 terjadi raibnya sebesar Rp 1,7 Trilyun di Bank BNI Kebayoran Baru. Dan hal menarik yang dapat dikembangkan dari sudut pengendalian / audit dalam penerapan e-banking di industri perbankan bagaimana teknologi IT yang menerapkan dapat secara aman dan terkendali diterapkan serta memberikan jaminan perlindungan nasabah dan pihak bank yang melibatkan peran bank sentral / otoritas moniter untuk pengawasan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hal ini perlu dipahami mengenai dasar acuan dan metode-metode audit TI pada perbankan yang menerapkan system e-banking terkait dengan aspek security. Selanjutnya selaku otoritas moneter dan juga asosiasi pemilik bank dihaparpkan dapat mewujudkan kegiatan perbankan yang telah menerapkan e-banking secara aman, cepat dan akurat serta dapat memberikan kepuasan bagi nasabah dan pemilik Bank yang dalam hal ini digunakan bank Permata.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari hasil audit TI yang disampaikan oleh tim auditor diketahui bahwa hasil penilaian pelaksanaan audit TI di Bank Permata, masih dalam katagori Fair dengan nilai 72.67% (di antara 50.00% s/d 75.00%).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari hasil penilaian yang didapat Bank Permata artinya beberapa elemen sistem telah sesuai dengan standar system manajemen mutu ISO 9001-2000, tetapi masih ada bagian yang penting dari sistem mutu yang belum sesuai dengan standar tersebut atau bahkan tidak ada sama sekali. Temukan dengan tepat area tersebut dan terapkan sistem/standar yang diminta. Sebagai petunjuk tambahan dapat digunakan petunjuk (manual) resmi seperti ISO 9001-2000 atau dapatkan pelayanan dari para ahli/konsultan ISO 9001-2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran topologi sambungan antara pelanggan / user ke situs e-Banking dapat berupa kelompok jaringan. Pengguna akan menggunakan komputernya yang biasanya tersambung ke LAN di kantor. LAN di kantor biasanya tersambung ke Internet melalui Router (kemungkinan Router ADSL) ke Internet. Situs e-banking biasanya tersambung langsung ke Internet dan dapat berlokasi di hosting provider, atau di bank itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Serangan di Internet ada beberapa jenis serangan yang dapat terjadi pada seseorang yang sedang mengakses Internet, seperti:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Social Engineering, Viruse/Trojan/Spyware, Denial of Service (DoS), Sniffing, IP Spoofing, Worm, Replay Attack, Man In The Middle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan spesifik pada masing-masing komponen jaringan dapat di sederhanakan sebagai berikut, serangan pada computer pengguna akan banyak berupa virus, Trojan, spyware, keylogger. Biasanya kondisi ini akan lebih parah lagi pada computer di WARNET yang menggunakan system operasi Windows. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Serangan pada jaringan LAN, biasanya berupa Sniffing, Spoofing, Man in the middle Attack. Mungkin relative aman untuk di kantor, yang lingkungannya relative terkontrol. Akan tetapi di WARNET, biasanya kondisinya akan parah – apalagi jika banyak orang yang suka mengakses situs porno dll. Di situ sumber berbagai software yang tidak baik yang ada di Internet.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Internet, kondisinya juga tidak berbeda jauh dengan LAN di WARNET, biasanya di tambah dengan berbagai kemugkinan serangan lainnya seperti replay attack dll. Serangan pada server yang relative secure biasanya lebih banyak berupa usaha untuk mematikan server / jaringan pada server tersebut agar tidak dapat berfungsi (Denial of Service), melalui flood paket, worm, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Serangan secara computer biasanya dapat ditangani dengan relative mudah jika kita cukup berpengetahuan dan disiplin. Akan tetapi serangan yang bersifat non-IT serangan kepada manusia dalam bentuk “Social Engineering” akan sangat berbahaya sekali. Hal ini perlu di hayati oleh semua pengguna e-banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang baik adalah sistem yang baik adalah sistem bisa memahami kelemahannya. Dalam hal ini karena adanya penggunaan IT resiko yang ada harus diminimalisasi. Sebagai upaya kea rah tersebut, dilakukan dengan upaya meminimalisasi kemungkinan serangan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu menggunakan enkripsi, dalam hal ini SSL 128bit yang sangat aman dari sniffer. Akan tetapi serangan seperti virus, Trojan, spyware di computer pengguna dan “social engineering” masih harus di hadapi di sisi penguna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Firewall dapat di pasang di server. Akan tetapi, serangan berupa Distributed Denial of Service (DDOS), Flooding akan tetap menghantui server. Koordinasi dengan upstream provider menjadi penting. Intrusion Detection &amp;amp; Prevention System biasanya di instalasi di server. Untuk mendeteksi adanya serangan dari luar. Biasanya menggunakan finger print packet serangan untuk mendeteksi adanya serangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertahanan di sisi teknologi Informasi akan bertambah sulit di tembus jika di tambahkan lapisan pertahanan tambahan disisi proses transaksi. Pada Bank Permata e-Business, tambahan proteksi pada proses transaksi meliputi Penggunaan User ID and Password Tingkat Kewenangan, dengan tingkatan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;System administrator, yang melakukan pendaftaran untuk seluruh pengguna yang menggunakan fitur dari Permatae-Business Maker, yang melakukan proses pembuatan atas transaksi Verifier, yang melakukan proses pemeriksaan atas transaksi Approver, yang melakukan proses persetujuan atas transaksi. Persetujuan transaksi dilakukan oleh lebih dari 1 orang dan secara berjenjang TIN &amp;amp; Token untuk Approver. Teknik Token merupakan teknik security One Time Password (OTP) yang hanya memungkinkan sebuah password digunakan satu kali saja, perhitungan password dilakukan menggunakan challenge-responds. Limit transaksi dan limit akses per fitur Audit trail melalui Permatae-Business.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-15235080898528316?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://blendrong85.blogspot.com/2007/10/apa-pengertian-audit.html' title='Seputar Audit TI dan Berbagai Risikonya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/15235080898528316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=15235080898528316' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/15235080898528316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/15235080898528316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/01/seputar-audit-ti-beserta-risiko-yang.html' title='Seputar Audit TI dan Berbagai Risikonya'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SZhZKKfsslI/AAAAAAAAAF4/VuCNyEgi6Oo/s72-c/06052007314_edited.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-2860268699612600587</id><published>2009-01-19T23:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T07:27:48.520-08:00</updated><title type='text'>Contoh Laporan Analisis Kepuasan Karyawan (Ringkasan)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;LAPORAN SURVEY KARYAWAN PT. NOCO NO TAIKO INDONESIA TAHUN 2008&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;(Dalam tulisan pada blog ini tidak ditampilkan tabel-tabel pendukungnya, namun bagi pembaca yang membutuhkannya sebagai referensi akan dikirim by email silahkan hub. 085881153889) &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293282820520882658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 120px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SXWEriTTMeI/AAAAAAAAAFY/rzNUojUKtaM/s320/23092008905.jpg" border="0" /&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Survey ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai kepuasan karyawan dalam bekerja serta mengetahui penilaian karyawan terhadap kebijakan yang selama ini telah dijalankan pihak manajemen. Dengan demikian hasil dari survey ini dapat memberikan masukan bagi manajemen PT. NOCO NO TAIKO Indonesia dalam menentukan kebijakan terutama yang berkenaan dengan upaya peningkatan produktivitas karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Kegiatan Survey&lt;br /&gt;Dari jumlah kuesioner yang diserahkan kepada responden yang sebelumnya telah ditentukan dengan jumlah 171 orang yang dipilih. Selanjutnya berdasarkan data yang terhimpun, terlebih dahulu dilakukan penentuan demografi atas responden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi Data Responden&lt;br /&gt;Komposisi Responden Berdasarkan Kelompok Jenis kelamin&lt;br /&gt;Berikut adalah data responden yang dijadikan sampel berdasarkan kelompok jenis kelamin karyawan.&lt;br /&gt;Dalam Tabel tersebut terlihat bahwa sebagian besar responden adalah laki-laki. Responden laki-laki sebanyak 136 orang (79.53%), sedangkan selebihnya merupakan responden perempuan sebanya 35 orang (20.47%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi Responden Berdasarkan Kelompok Usia&lt;br /&gt;Berikut adalah data responden yang dijadikan sampel berdasarkan kelompok usia karyawan.&lt;br /&gt;Dalam Tabel tersebut terlihat bahwa sebagian besar responden ada pada 2 kelompok usia, yaitu usia kurang dari 31 tahun dengan jumlah 50 orang (29.24%), dan kelompok usia antara 31-35 tahun dengan jumlah 50 orang (29.24%). Berikutnya adalah kelompok usia antara 36-40 tahun dengan jumlah 44 orang (25.73%) dan yang terakhir adalah kelompok usia lebih dari 40 tahun dengan jumlah 27 orang (15.79%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi Responden Berdasarkan Kelompok Lama Bekerja Karyawan&lt;br /&gt;Berikut adalah data responden yang dijadikan sampel berdasarkan kelompok lama bekerja karyawan.&lt;br /&gt;Dalam Tabel tersebut terlihat bahwa sebagian besar responden ada pada kelompok dengan lama bekerja antara 1-2 tahun dengan jumlah 72 orang (42.11%), lalu kelompok dengan lama kerja kurang dari 1 tahun dengan jumlah 51 orang (29.82%). Berikutnya adalah kelompok dengan lama kerja antara 3-5 tahun dengan jumlah 25 orang (14.62%), lalu kelompok dengan lama kerja lebih dari 6 tahun dengan jumlah 22 orang (12.87%) dan perlu diketahui juga bahwa dari tinjauan berdasarkan kelompok lama bekerja ditemui 1 orang (0.58%) tidak diketahui lama kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi Responden Berdasarkan Kelompok Lokasi Kantor&lt;br /&gt;Berikut adalah data responden yang dijadikan sampel berdasarkan kelompok lokasi kantor.&lt;br /&gt;Dalam Tabel tersebut terlihat bahwa sebagian besar responden ada pada kelompok lokasi kantor di Cepu dengan jumlah 84 orang (49.12%), lalu kelompok dengan lokasi kantor di Bintan dengan jumlah 53 orang (30.99%). Berikutnya adalah kelompok dengan lokasi kantor di Balik Papan jumlah 24 orang (14.04%), lalu kelompok dengan lokasi kantor di Surabaya dengan jumlah 6 orang (3.51%) dan yang terakhir adalah kelompok lokasi kerja di Shakalin dengan jumlah 4 orang (2.34%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi Responden Berdasarkan Kelompok Departemen Tempat Karyawan Bekerja&lt;br /&gt;Berikut adalah data responden yang dijadikan sampel berdasarkan kelompok departemen dimana karyawan bekerja.&lt;br /&gt;Dalam Tabel tersebut terlihat bahwa sebagian besar responden ada pada kelompok departemen D&amp;amp;E dengan jumlah 94 orang (54.97%), lalu berturut-turut seperti pada tabel ditinjau dari kelompok berdasarkan departemen jumlah responden yang terkecil adalah dari BD dengan jumlah 1 orang (0.58%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi Responden Berdasarkan Kelompok Disiplin&lt;br /&gt;Berikut adalah data responden yang dijadikan sampel berdasarkan kelompok departemen dimana karyawan bekerja.&lt;br /&gt;Dari Tabel ini terlihat bahwa sebagian besar responden adalah dari kelompok disiplin Struscture dengan jumlah 25 orang (14.62%), lalu berturut-turut seperti pada tabel ditinjau dari kelompok berdasarkan disiplin jumlah responden yang terkecil terdiri dari kelompok BD, D&amp;amp;E, Procurement, PS, SHE dan SHEQ dengan jumlah masing-masing 1 orang (0.58%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian Data&lt;br /&gt;Pengujian terhadap suatu kelompok data yang diperoleh perlu dilakukan dengan tujuan untuk memahami apakah data yang digunakan valid dan reliabel sebagai dasar untuk melakukan analisis. Selain itu juga dilakukan pula penilaian seberapa besar partisipasi responden dalam menghasilkan data tersebut.&lt;br /&gt;Uji Validitas dan Realibilitas&lt;br /&gt;Pada penelitian ini, pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 15.0. Skala pengukuran yang dipergunakan adalah skala ordinal dengan menggunakan korelasi Pearson. Hasil pengujian dikatakan valid apabila r hitung &gt; r Tabel. Pada df = 160 pada tingkat kepercayaan yang dipergunakan adalah 95% diperoleh rtabel=0.1012. Dari data yang diuji terlihat seluruh pertanyaan (pertanyaan 1-38) mempunyai r hitung lebih besar dari r tabel (0.1012) dengan demikian seluruh data tersebut dinyatakan valid.&lt;br /&gt;Pada uji reliabilitas data diperoleh = 0.740 yang menunjukkan adanya korelasi yang erat (reliabel). Ketentuannya, jika di atas 0.7 menunjukkan adanya korelasi yang erat antara jawaban untuk masing-masing pertanyaan dengan dengan ukuran kepuasan yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Partisipasi Responden&lt;br /&gt;Untuk mengetahui tingkat partisipasi responden dilakukan dengan mengitung banyaknya jawaban responden untuk tiap-tiap pertanyaan pada kuesioner lalu dibandingkan dengan jumlah jawaban yang semestinya, atau sama dengan jumlah seluruh responden.&lt;br /&gt;Dari pengujian diketahui tidak ada pertanyaan dengan tingkat partisipasi di bawah 97%. Dengan demikian masih memenuhi tingkat kepercayaan 95% (a = 0.05).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan Kriteria Hasil&lt;br /&gt;Pada survey ini perihal data dinyatakan dalam prosen (%) dengan alasan lebih mudah untuk dipahami. Konsep perhitungan yang digunakan adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Nilai Aktual&lt;br /&gt;Penilaian (%) = _____________________ x 100%&lt;br /&gt;Nilai Maksimum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dimana:&lt;br /&gt;Nilai Aktual adalah jumlah nilai yang didapat dari pilihan jawaban kuesioner yang diisi oleh responden untuk suatu grup pertanyaan. Nilai Maksimum adalah jumlah nilai yang paling maksimum untuk suatu grup pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Dari suatu grup pertanyaan diperoleh hasil jawaban seorang responden sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup Pertanyaan&lt;br /&gt;P1 P2 P3 Total Nilai Aktual&lt;br /&gt;3    4    2               9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup Pertanyaan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;P1 P2 P3 Total Nilai Maksimum&lt;br /&gt;4    4    4              12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka penilaian untuk hasil jawaban responden tersebut adalah: &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;9&lt;br /&gt;      Nilai (%) = ______ x 100% = 75%&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Batasan Standar (Target) Untuk Tingkat Kepuasan Karyawan&lt;br /&gt;Dalam hal ini untuk kegiatan survey ini, pihak manajemen melalui manajer SDM menetapkan batasan standar untuk tingkat kepuasan adalah 70%. Hal ini berarti:&lt;br /&gt;· jika nilai jawaban responden atau karyawan di bawah nilai 70% maka pihak responden atau karyawan tersebut memberikan penilaian tidak puas terkait pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.&lt;br /&gt;· jika nilai jawaban responden atau karyawan di bawah nilai 70% maka pihak responden atau karyawan tersebut memberikan penilaian tidak puas terkait pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian Terhadap Tingkat Kepuasan Karyawan&lt;br /&gt;Pada survey ini data-data yang digunakan sebagai dasar analisis diperoleh dari jawaban para karyawan PT. NOCO NO TAIKO Indonesia yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan jawaban dari 171 karyawan diperoleh hasil sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pada tabel 5 diketahui nilai kepuasan secara keseluruhan adalah 69.75% artinya secara aktual pencapaian nilai kepuasan ini walau pun berbeda tipis tetapi masih di bawah target yang ditentukan oleh pihak manajmen yaitu 70%. Nilai ini dapat dipandang sebagai refleksi kepuasan karyawan PT. NOCO NO TAIKO Indonesia. Nilai kepuasan dapat ditentukan karena adanya akumulasi jawaban dari grup pertanyaan 1 s/d 9 dengan jumlah pertanyaan sebanyak 37 pertanyaan. Dengan demikian proporsi nilai kepuasan ditinjau dari masing-masing grup pertanyaan dapat diketahui.&lt;br /&gt;Dari grafik tersebut diketahui bahwa grup pertanyaan yang memberikan nilai kepuasan tertinggi adalah grup pertanyaan nomor (1) mengenai Pandangan terhadap PT. NOCO NO TAIKO Indonesia (NTI) dengan nilai 73.57%.&lt;br /&gt;Sedangkan poin pertanyaan menghasilkan nilai kepuasan terendah adalah grup pertanyaan nomor (6) mengenai Pandangan terhadap Pelatihan dan Pengembangan, dengan nilai 65.52%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Kepuasan Karyawan Ditinjau Berdasarkan Komposisi Departemen&lt;br /&gt;Dari grafik diketahui karyawan di departement BD memberikan penilaian kepuasan karyawan tertinggi dengan nilai 79.05%. Sedangkan kelompok karyawan yang memberikan nilai kepuasan terendah adalah departemen BS dengan nilai 67.09%. Pencapaian nilai kepuasan karyawan ditinjau berdasarkan komposisi seluruh departemen adalah 69.75%.&lt;br /&gt;Guna memahami lebih lanjut faktor-faktor yang perlu lebih diperhatikan, maka perlu diketahui kelompok pertanyaan yang hasil penilaiannya rendah. Berdasarkan data yang ada diketahui sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Kepuasan Karyawan Ditinjau Berdasarkan Komposisi Disiplin&lt;br /&gt;Dari data yang dihimpun diketahui karyawan pada disiplin BD memberikan penilaian kepuasan karyawan tertinggi dengan nilai 79.05%. Sedangkan kelompok karyawan yang memberikan nilai kepuasan terrendah adalah planning dengan nilai 61.26%. Sedangkan pencapaian nilai kepuasan karyawan ditinjau berdasarkan pencapaian kepuasan karyawan PT. NTI adalah 69.75%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya memahami lebih lanjut faktor-faktor yang perlu lebih diperhatikan, maka perlu diketahui kelompok pertanyaan yang hasil penilaiannya rendah. Berdasarkan data yang ada diketahui sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dari tabel di atas, terlihat ada 13 kelompok disiplin dengan nilai kepuasan di bawah 70% seperti pada tabel di atas. Disamping itu diketahui juga kelompok pertanyaan mana yang harus lebih diperhatikan. Berikut adalah kelompok pertanyaan yang perlu diperhatikan untuk perbaikan tingkat kepuasan dalam komposisi disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Kepuasan Karyawan Ditinjau Berdasarkan Komposisi Lokasi&lt;br /&gt;Dari data tabel dan grafik diketahui karyawan yang bertempat kerja di Shakalin memberikan penilaian kepuasan karyawan tertinggi dengan nilai 75.68%. Sedangkan kelompok karayawan yang memberikan nilai kepuasan terendah karyawan adalah yang berlokasi di Surabaya dengan nilai 64.98%. Sedangkan pencapaian nilai kepuasan karyawan ditinjau berdasarkan pencapaian kepuasan karyawan PT. NTI adalah 69.75%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna memahami lebih lanjut faktor-faktor yang perlu lebih diperhatikan, maka perlu diketahui kelompok pertanyaan yang hasil penilaiannya rendah. Berdasarkan data yang ada diketahui sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data terlihat ada tiga kelompok lokasi dengan nilai kepuasan di bawah 70%, yaitu Bintan, Surabaya dan Cepu. Disamping itu diketahui juga kelompok pertanyaan mana yang di masing-masing lokasi perlu lebih diperhatikan. Berikut adalah kelompok pertanyaan yang perlu diperhatikan untuk perbaikan tingkat kepuasan dalam komposisi lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian Nilaian Kepuasan Karyawan Ditinjau Dari Komposisi Lama Bekerja&lt;br /&gt;Dari data yang ada diketahui karyawan yang telah bekerja antara 3 s/d 5 tahun memberikan penilaian kepuasan karyawan tertinggi dengan nilai 70.84%. Sedangkan kelompok karayawan yang memberikan nilai kepuasan terendah karyawan adalah yang telah bekerja lebih dari 5 tahun masa kerja dengan nilai 67.91%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya memahami lebih lanjut faktor-faktor yang perlu lebih diperhatikan, maka perlu diketahui kelompok pertanyaan yang hasil penilaiannya rendah. Berdasarkan data yang ada diketahui sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data yang ada diketahui dua kelompok karyawan berdasarkan lama kerja dengan nilai kepuasan di bawah 70%, yaitu kelompok 1 s/d 2 tahun dan lebih dari 5 tahun. Disamping itu diketahui juga kelompok pertanyaan mana yang di masing-masing kelompok perlu lebih diperhatikan. Berikut adalah kelompok pertanyaan yang perlu diperhatikan untuk perbaikan tingkat kepuasan dalam komposisi lama kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Kepuasan Karyawan Ditinjau Berdasarkan Komposisi Usia. Dari data yang dihimpun diketahui karyawan yang telah berusia antara 36 s/d 40 tahun memberikan penilaian kepuasan karyawan tertinggi dengan nilai 71.33%. Sedangkan kelompok karayawan yang memberikan nilai kepuasan terendah karyawan adalah yang berusia kurang dari 31 tahun dengan nilai 68.18%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tabel di atas, terlihat ada dua kelompok karyawan berdasarkan usia dengan nilai kepuasan di bawah 70%, yaitu kelompok lebih dari 40 tahun dan kurang dari 31 tahun. Disamping itu diketahui juga kelompok pertanyaan mana yang di masing-masing kelompok perlu lebih diperhatikan. Berikut adalah kelompok pertanyaan yang perlu diperhatikan untuk perbaikan tingkat kepuasan dalam komposisi lama kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Kepuasan Karyawan Ditinjau Berdasarkan Komposisi Jenis Kelamin&lt;br /&gt;Dari grafik diketahui karyawan Pria memberikan penilaian kepuasan karyawan lebih tinggi dengan nilai 70.27%. Sedangkan kelompok karyawan wanita memberikan nilai kepuasan lebih rendah dengan nilai 67.74%. Sedangkan rata-rata pencapaian nilai kepuasan karyawan ditinjau berdasarkan jenis kelamin karyawan adalah 68.35%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tabel di atas, terlihat karyawan dengan jenis kelamin wanita yang menilai kepuasan di bawah 70%. Disamping itu diketahui juga kelompok pertanyaan mana yang di masing-masing kelompok perlu lebih diperhatikan. Berikut adalah kelompok pertanyaan yang perlu diperhatikan untuk perbaikan tingkat kepuasan dalam komposisi lama kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Kelompok Pertanyaan&lt;br /&gt;Dari data yang telah dihimpun dari hasil pengisian kuesioner oleh para responden dapat ketahui penilaian untuk masing-masing kelompok pertanyaan yang dibandingkan dengan target yang ditetapkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertanyaan I&lt;br /&gt;Pencapaian Nilai Kelompok Pertanyaan I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik tersebut dapat diketahui pencapaian nilai kelompok pertanyaan I masih di atas nilai yang ditargetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertanyaan II&lt;br /&gt;Gambar 11&lt;br /&gt;Pencapaian Nilai Kelompok Pertanyaan II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik tersebut dapat diketahui pencapaian nilai kelompok pertanyaan II hanya pertanyaan 2.2 dan 2.3 yang masih di atas nilai yang ditargetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertanyaan III&lt;br /&gt;Pencapaian Nilai Kelompok Pertanyaan III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik tersebut dapat diketahui pencapaian nilai kelompok pertanyaan III hanya pertanyaan 3.4 dan 3.5 di bawah nilai yang ditargetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertanyaan IV&lt;br /&gt;Apabila dalam bentuk grafik akan terlihat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian Nilai Kelompok Pertanyaan IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik tersebut dapat diketahui pencapaian nilai kelompok pertanyaan IV menunjukan hampir seluruhnya di bawah nilai yang ditargetkan kecuali pertanyaan 4.5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertanyaan V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dalam bentuk grafik akan terlihat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian Nilai Kelompok Pertanyaan V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik tersebut dapat diketahui pencapaian nilai kelompok pertanyaan V menunjukan seluruhnya di atas nilai yang ditargetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertanyaan VI&lt;br /&gt;Apabila dalam bentuk grafik akan terlihat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian Nilai Kelompok Pertanyaan VI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik tersebut dapat diketahui pencapaian nilai kelompok pertanyaan VI menunjukan hampir seluruhnya di bawah nilai yang ditargetkan kecuali pertanyaan 6.3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertanyaan VII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dalam bentuk grafik akan terlihat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian Nilai Kelompok Pertanyaan VII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik tersebut dapat diketahui pencapaian nilai kelompok pertanyaan VII menunjukan seluruhnya di bawah nilai yang ditargetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertanyaan VIII&lt;br /&gt;Apabila dalam bentuk grafik akan terlihat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian Nilai Kelompok Pertanyaan VIII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik tersebut dapat diketahui pencapaian nilai kelompok pertanyaan VIII di atas nilai yang ditargetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Persepsi Peningkatan Dari Tahun Lalu&lt;br /&gt;Analisis peningkatan di PT. NTI pada survey ini dilakukan untyuk mengetahui pendapat responden yang mengikuti survey di tahun lalu dan tahun ini. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dari hasil penilaian untuk kelompok pertanyaan no 9, diketahui pencapaian nilai kelompok pertanyaan IX dari responden yang berjumlah 111 orang diperoleh nilai 70.05% dengan demikian di atas nilai yang ditargetkan. Oleh karena itu hal ini berarti responden menyetujui adanya perubahan di PT. NTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukan untuk Perbaikan dan Peningkatan&lt;br /&gt;Dari hasil isian responden mengenai sarana atau fasilitas yang telah tersedia namun memerlukan perhatian, perbaikan dan/atau peningkatan, diperoleh gambaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas Yang Perlu Peningkatan&lt;br /&gt;Dari tabel tersebut diketahui bahwa sebagian besar responden atau karyawan PT. NOCO NO TAIKO Indonesia memilih “Pembenahan Asuransi Kesehatan” sebagai fasilitas yang telah tersedia namun memerlukan perhatian, perbaikan dan/atau peningkatan. Mengenai Pembenahan Asuransi Kesehatan dipilih oleh 41 orang responden dengan nilai 96, lalu secara berturut-turut berikutnya adalah “Peningkatan Gaji/tunjangan” dipilih oleh 19 orang responden dengan nilai 44 dan penbenahan “Perlengkapan Kerja Termasuk Komputer” dipilih oleh 12 orang dengan nilai 24..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai sarana atau fasilitas yang belum tersedia dan perlu disediakan, diperoleh gambaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas Yang Perlu Disediakan&lt;br /&gt;Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar responden atau karyawan PT. NOCO NO TAIKO Indonesia memilih “Pinjaman Dari Perusahaan” sebagai fasilitas yang perlu disediakan. Mengenai Pinjaman Dari Perusahaan dipilih oleh 14 orang responden dengan nilai 34 lalu secara berturut-turut berikutnya adalah “Family Gathering” dipilih oleh 13 orang responden dengan nilai 30 dan penbenahan “Program Pensiun” dipilih oleh 11 orang dengan nilai 24. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-2860268699612600587?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/2860268699612600587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=2860268699612600587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/2860268699612600587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/2860268699612600587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/01/contoh-laporan-analisis-kepuasan.html' title='Contoh Laporan Analisis Kepuasan Karyawan (Ringkasan)'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SXWEriTTMeI/AAAAAAAAAFY/rzNUojUKtaM/s72-c/23092008905.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-4572851183749383929</id><published>2009-01-08T08:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T08:34:20.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='z score'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diskriminan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Statistik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model'/><title type='text'>Mengukur Kinerja Keuangan dan Analsis Diskriminan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Metode Diskriminan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288988877360135506" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 115px; CURSOR: hand; HEIGHT: 175px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWZDXJgK_VI/AAAAAAAAAFE/2q2gm1xXL7w/s320/06052007314_edited.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Mohamad Rojana Hamdan, ST., MM.&lt;br /&gt;(The Operation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grade V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bina Solusi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Dipublikasikan Dengan Seijin PT. CHS Jakarta Timur)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada saat PT. CHS adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam beberapa bidang usaha antara lain, perdagangan dan konstruksi/instalasi. Pada bidang perdagangan, PT CHS menangani ekspor, impor, dan distribusi kebutuhan industri. Di bidang ini PT CHS melayani pengadaan kabel, panel, instrumen, dan bahan kimia.&lt;br /&gt;Dengan adanya krisis ekonomi global, PT. CHS masih tetap bertahan walaupun masih agak sulit untuk dapat meraih penjualan seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian menurut manajemen PT. CHS hal ini mulai mengkhawatirkan. Pada kesempatan selanjutnya pihak PT. CHS menghubungi kami (Kantor Bina solusi) untuk mengkonsultasikan perihal pengukuran kinerja keuangan di perusahaan tersebut di saat terjadi krisis ekonomi Global. Satu hal diharapkan pihak manajemen PT. CHS adalah mengenai pengukuran kinerja yang menetapkan satu indikator penilaian dan ditentukan berdasarkan iklim yang ada saat ini di Indonesia.&lt;br /&gt;Selanjutnya, dengan ketentuan tersebut kami menentukan metode analisis diskriminan sehingga perlu melibatkan sejumlah perusahaan sejenis yang dalam hal ini dipilih industri sejenis untuk wilayah JABODETABEK sebagai dasar penentuan model. Dan dengan bantuan pihak manajemen PT. CHS kami berhasil memperoleh data-data yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berdasarkan latar belakang di atas perumusan masalah untuk PT. CHS pada penelitian ini adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejauh manakah kinerja keuangan yang telah dicapai PT. CHS pada saat ini?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Faktor manakah yang dominan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan PT. CHS dan industri sejenisnya di kawasan JABODETABEK?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dengan merujuk permasalahan yang telah dirumuskan maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengetahui kinerja keuangan yang telah dicapai PT. CHS pada saat ini.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengetahui faktor yang dominan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan PT. CHS dan industri sejenisnya di kawasan JABODETABEK.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Metode Analisis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Landasan dari penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri atas rasio Likuiditas, Profitabilitas dan Aktifitas. Ketiga jenis rasio tersebut akan di-implemantasikan dalam bentuk model linier. Lebih lanjut mengenai rasio-rasio yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasio likuiditas (X1)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasio ini merupakan rasio ini mendeteksi likuiditas berdasarkan rasio total aktiva dan posisi modal kerja (X1) dimana modal kerja diperoleh dari selisih antara aktiva lancar dengan utang lancar. Untuk mendeteksi adanya masalah pada tingkat likuiditas perusahaan dapat menggunakan indikator-indikator internal dan beberapa indikator lainnya. Indikator internal mencakup, ketidakcukupan kas, utang dagang membengkak, utilisasi modal (harta kekayaan) menurun, penambahan utang yang tak terkendali. Pada umumnya, perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan dan modal kerja nilai Z akan turun lebih cepat daripada total aktiva yang menyebabkan rasio ini turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasio Profitabilitas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Rasio ini dalam model disini ada dua, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasio Profirabilitas I (X2)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Rasio Laba Ditahan dibandingkan dengan Total Aktiva (X2). Rasio ini mengukur kemampulabaan kumulatif dari perusahaan. Pada beberapa tingkat, rasio ini juga mencerminkan umur perusahaan. Semakin muda umur perusahaan semakin sedikit memiliki waktu untuk membangun laba kumulatif. Perusahaan yang mulai merugi akan mengalami penurunan nilai Z dari total laba ditahan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasio Profitabilitas II (X3) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak dibandingkan dengan Total Aktiva (X3). Rasio ini mengukur kemampulabaan, yaitu menghitung tingkat pengembalian aktiva dengan membagi laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) tahunan perusahaan dengan total aktiva pada neraca akhir tahun. Selain itu, rasio ini berguna sebagai ukuran seberapa besar produktivitas penggunaan dana pinjaman. Apabila rasio ini lebih besar dari rata-rata tingkat bunga yang dibayar, itu berarti perusahaan menghasilkan uang yang lebih banyak daripada bunga pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasio Aktivitas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasio ini dalam penelitian ini ada dua yaitu:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasio Aktivitas I (X4)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Nilai Pasar Ekuitas dibandingkan dengan Total Hutang (X4). Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan jaminan kepada setiap utangnya melalui modalnya sendiri. Sering juga rasio ini digunakan dalam bentuk persamaan Net worth/total debt untuk perusahaan yang tidak terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Rasio ini merupakan kebalikan dari rasio utang per modal sendiri (DER). Nilai pasar ekuitas yang dimaksud disini adalah nilai pasar modal sendiri, yaitu perkalian jumlah saham perusahaan dengan harga pasar per lembar sahamnya. Perusahaan-perusahaan yang gagal, pada umumnya, mengakumulasikan lebih banyak utang dibandingkan dengan modal sendiri.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasio Aktivitas II (X5)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penjualan dibandingkan dengan Total Aktiva (X5) atau Total Asset Turn Over Ratio. Rasio ini menunujukkan efektivitas penggunaan seluruh harta perusahaan dalam rangka menghasilkan atau menggambarkan berapa rupiah penjulan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan. Kalau perputarannya lambat, itu menunjukkan bahwa perusahaan memiliki aktiva terlalu besar ketimbang kemampuan perusahaan untuk menjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk model linier dapat dijabarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Z = b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Data&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berikut adalah data yang diperoleh dari objek penelitian dan akan digunakan sebagai dasar analisis&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Tabel 1. Data Keuangan&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288966640650567746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 406px; CURSOR: hand; HEIGHT: 164px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWYvIzTeQEI/AAAAAAAAAEk/utSLIV5Nc0w/s320/data1.bmp" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Tabel 2. Rasio Keuangan Kelompok Industri Sejenis&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288967742983958770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 283px; CURSOR: hand; HEIGHT: 312px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWYwI90O8PI/AAAAAAAAAEs/cYOaDaCNpL8/s320/Data2.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Data&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari analisis yang telah dilakukan dengan memanfaatkan SPSS Ver. 15 diperoleh hasil model Z-Sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Z=Y+2.444&lt;br /&gt;Z= 1.571X2+7.736X3+0.199X4+0.856X5&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada model tersebut terlihat rasio X1 tidak nampak pada model. Hal ini terjadi karena berdasarkan output dari SPSS rasio X1 dinyatakan tidak layak digunakan sebagai pembeda (discriminant). Sehingga pada model tidak dilibatkan rasio likuiditas, dengan demikian yang ada pada model adalah Rasio Profitabilitas dan Aktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Interpretasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan nilai Cut Off dari model Z dilakukan dengan menentukan nilai median. Sedangkan untuk menentukan batas-batas kriteria, hal ini dilakukan dengan mengukur penyimpangan maksimal yang terjadi antara nilai sampel dengan nilai Z. Berikut adalah hasil dari penentuan nilai Cut Off dan nilai batas-batas kriteria tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Tabel 3. Hasil Perhitungan Dalam Menentukan Fungsi Linier Model Diskriminan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288968360113759442" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 381px; CURSOR: hand; HEIGHT: 234px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWYws4zcZNI/AAAAAAAAAE0/IG44WUIiFG4/s320/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari tabel di atas diketahui bahwa dari perhitungan nilai median didapat nilai median sebesar 5,256, dengan demikian dapat ditentukan nilai cutt off adalah 5,256. Selanjutnya juga dapat diketahui nilai penyimpangan terbesar adalah sebesar 0.250 (26.56%). Dari hasil perhitungan diperoleh Upper limit adalah 5,505, sedangkan untuk Lower limit adalah 5,006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dapat ditentukan batasan dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nilai Z lebih kecil dari 5.006 maka perusahaan dikatagorikan mempunyai kinerja keuangan belum baik. Dan jika nilai Z lebih besar dari 5,505, maka perusahaan dapat dikatagorikan mempunyai kinerja keuangan yang sudah baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada tabel 3 diketahui dan diprediksikan bahwa kinerja keuangan PT. CHS mempunyai Zhitung dan Zmodel. Zmodel dari PT. CHS diketahui juga karena PT. CHS pun merupakan sampel dari analisis. Namun pada dasarnya Z-Score yang digunakan adalah Zhitung karena yang akan digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan pada umumnya adalah Zhitung. Selanjutnya berdasarkan model yang didapat diketahui Z-Score&amp;shy; (4,862) artinya selama tahun-tahun terakhir kriteria kinerja keuangan PT. CHS adalah tidak lebih baik jika dibandingkan dengan perusahaan lainnya pada kelompok industri yang sama. Adapun titik dari PT. CHS dapat diketahui sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tabel 4. Hasil Perhitungan Dalam Menentukan Fungsi Linier Model Diskriminan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWYxePMeSNI/AAAAAAAAAE8/0GN9Uy_KLbo/s1600-h/untitled2.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288969207937910994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 385px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWYxePMeSNI/AAAAAAAAAE8/0GN9Uy_KLbo/s320/untitled2.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rekomendasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa yang pertama kali diperoleh adalah model Z-Score seperti di bawah ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Z= 1.571X2+7.736X3+0.199X4+0.856X5&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada model terlihat rasio yang mempunyai koefisien tertinggi adalah adalah rasio EBIT terhadap total asset (X3) dengan demikian untuk meningkatkan kinerja keuangan yang paling penting diperhatikan adalah upaya untuk meningkatkan EBIT. Sedangkan yang terjadi pada PT. CHS adalah kriteria kinerja keuangan yang dinilai tidak lebih baik dari perusahaan sejenis lainnya. Sebagai faktor penyebab adalah rendahnya tingkat penjualan dibandingkan perusahaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Altmant, E., (1968), Financial Ratios, Discriminant Analysis And The Prediction Of Corporate Bankruptcy, Journal Of Finance, Sepetember, pp.589-610.&lt;br /&gt;Boddie, ZVI., Kane, Alex., Marcus, Alan J., (1998), “Investments”, International Edition, Irwin McGraw Hill.&lt;br /&gt;Sawir, Agnes., (2001), “Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan”, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.&lt;br /&gt;Muliaman D Hadad, Wimboh Santoso &amp;amp; Ita Rulina, (2003), Indikator Kepailitan di Indonesia: An Additional Early Warning Tools Pada Stabilitas Sistem Keuangan, BI Jurnal, pp. 2-33.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-4572851183749383929?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/4572851183749383929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=4572851183749383929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/4572851183749383929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/4572851183749383929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/01/jurnal-jurnal-penelitian.html' title='Mengukur Kinerja Keuangan dan Analsis Diskriminan'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWZDXJgK_VI/AAAAAAAAAFE/2q2gm1xXL7w/s72-c/06052007314_edited.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4389601732049843592.post-6065372461395078487</id><published>2009-01-05T00:18:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T06:59:03.782-08:00</updated><title type='text'>Pelatihan Mengukur Indeks Kepuasan Karyawan/Pelanggan, Serta Pelatihan Aplikasi Software Statistika (SPSS/Eviews)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWHC3nfhEzI/AAAAAAAAADU/Rvv0Ov_Me7g/s1600-h/Pelatihan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287721698259440434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 159px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWHC3nfhEzI/AAAAAAAAADU/Rvv0Ov_Me7g/s320/Pelatihan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami menawarkan jasa kami untuk mengadakan pelatihan dalam bentuk in house training yang berkaitan dengan survey kepuasan karyawan dan konsumen berikut cara menentukan indeks kepuasan dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan guna menciptakan keseimbangan antara harapan pihak manajemen dan karyawan atau konsumen. Selain pelatihan untuk mengukur kepuasan karyawan dan pelanggan, kami pun menawarkan pelatihan agar staff mampu menggunakan software statistika, yaitu SPSS/Eviews. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4389601732049843592-6065372461395078487?l=1solusi4manajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/feeds/6065372461395078487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4389601732049843592&amp;postID=6065372461395078487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/6065372461395078487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4389601732049843592/posts/default/6065372461395078487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1solusi4manajemen.blogspot.com/2009/01/pelatihan-mengukur-indeks-kepuasan.html' title='Pelatihan Mengukur Indeks Kepuasan Karyawan/Pelanggan, Serta Pelatihan Aplikasi Software Statistika (SPSS/Eviews)'/><author><name>BINA - Biz Consultant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10652533851673549981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-jlHwF0w-_jE/TXZBhLkZeMI/AAAAAAAAAMk/IiQ2VWITNSc/s220/LogoBinaSolusi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uaEdw7qbIlM/SWHC3nfhEzI/AAAAAAAAADU/Rvv0Ov_Me7g/s72-c/Pelatihan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
